Wednesday, 13 February 2013

Sinopsis SCHOOL 2013 Episode 7 Part 2

Nam Soon

mengangkat tangannya saat jam pelajaran In Jae, dan saat itu In Jae menjelaskan narasi deskriptif, tentang suatu kejadian yang diurutkan secara kronologis. Saat itu In Jae menyuruh anak-anak untuk member contoh, karena narasi ini adalah hal yang mudah dan boleh tentang kejadian pribadi.

Nam Soon mengangkat tangannya, dan membuat kalimat yang ternyata itu merupakan kejadian dan kilas balik masa lalunya bersama Heung Soo.Nam Soon bercerita bahwa dia adalah pemimpin geng yang sudah menghancurkan mimpi Heung Soo untuk menjadi pemain sepak bola.
Nam Soon bahkan berkata kalau semua bukan salah Heung Soo.
Anak-anak semua mendengarkan, Kang Joo dan Ha Kyung bahkan tidak percaya dengan yang di dengarnya.
Heung Soo sendiri seolah akan menangis mendengar yang Nam Soon katakan.

Lalu tiba-tiba Se Chan masuk dan meminta maaf. Se Chan berkata kalau Heung Soo dipanggil ke ruang kepala sekolah. Se Chan juga berkata kalau Jung In Jae juga harus ikut.
In Jae berpesan pada semua untuk belajar sendiri.
Mereka bertiga pun menuju kantor kepala sekolah.



Karena kelas 2-2 sudah tidak ada gurunya lagi, seperti biasa Ki Deok mulai bergosip. Ki Deok berkata pada teman-teman yang mengerubungi tempat duduknya, bahwa seharusnya mereka mencari tahu kebenarannya. Apakah ini berarti Go Nam Soon adalah orang nomer satu? Ki Deok berkata “Jadi dia adalah Tsunami?Jadi dia lebih kuat dari Heung Soo?”
Anak-anak mulai mengerubungi Ki Deok, dan Ki Deok berkata karena sepertinya sekarang posisi Jung Hoo ada diurutan ketiga setetah Go Nam Soon dan Park Heung Soo.
Nam Soon yang mednengar memilih merebahkan kepalanya di meja.



Teman Ki Deok mengatakan kalau ini tidak masuk akal, bagaimana mungkin Nam Soon mengatakan kalau dia adalah orang jahat.
Min Ki yang Cuma mendengar mendekati meja Ki Deok, dan berkata kalau ini masih tidak masuk akal menurutnya.
Kang Joo juga ikut berdiri dari kursinya dan berkomentar, kalau itu adalah kejadian masa lalu, yang terpenting adalah yang sekarang.


Kim Hyun Joong berdiri dan berkata, kalau ini merupakan sejarah, apakah mereka harus bertanya kejadian sebenarnya?
Yang lain setuju untuk bertanya pada Nam Soon.
Tiba-tiba Ha Kyung menoleh dan berkata bisakah mereka diam?
Ki Deok dan yang lainnya terdiam, lalu Ki Deok berkata kalau Song Ha Kyung lebih tinggi daripada Go Nam Soon.
Kang joo kemudian semakin mengingatkan kalau Ha Kyung adalah nomer satu di kelas. Jadi mereka harus mendengarkan dia dan diam.


Di ruang kepala sekolah, sudah ada petugas polisi yang dulu pernah ditemui In Jae saat Nam Soon dan Jung Hoo berkelahi untuk menyelamatkan Heung Soo. Petugas itu berkata senang bertemu lagi dengan In Jae. In Jae sedikit kaget melihatnya petugas itu. Petugas itu berkata kalau dia bertanggungjawab dari sekolah disiplin aksi komite, dan dia sengaja datang lebih awal setelah mendengar sesuatu terjadi. Im Jung soo memotong kata-kata petugas itu. Im Jung Soo berkata pada In Jae kalau dia mendengar bahwa terjadi insiden yang melibatkan Park Heung Soo. Im Jung Soo pun meminta agar In Jae bicara empat mata dengannya. Akhirnya In Jae mengikuti Jung Soo untuk untuk bicara di luar.


Im Jung Soo yang sedikit marah, mengatakan apa In Jae pikir dia tidak bisa mencari tahu kejadian itu? Walaupun In Jae menutupinya, tapi dia dengan kekuasaannya bisa mencari tahu apa yang terjadi. In Jae beralasan kalau anak-anak setuju untuk tidak melakukan hal itu lagi, jadi In Jae menutupinya. Jung soo bahkan mengatakan kalau In Jae bisa dihukum karena menutupi kasus ini.
Im Jung Soo juga meminta untuk sementara In Jae berhenti dari tugasnya sebagai wali kelas. Untuk detailnya mereka akan membicarakannya nanti.

Lalu datanglah Se Chan dan Heung Soo. Se Chan berkata agar Heung Soo menunggu dulu disini. Se Chan mendekati Jung Soo dan In Jae. Jung Soo langsung meminta agar guru Kang yang sepenuhnya menjadi wali kelas 2-2.Se Chan kaget, dan memandang In Jae. Tapi Jung Soo tidak peduli, dan terus melanjutkan kata-katanya, kalau yang diperbolehkan menghadiri pertemuan ini hanya Se Chan saja, karena In Jae diberhentikan menjadi wali kelas.
Se Chan menjelaskan kalau tugasnya adalah membawa Heung Soo, bukan untuk menghadiri rapat. Se Chan juga bilang kalau semua yang berkaitan tentang kesejahteraan anak adalah tanggung jawab guru Jung.
Jung In Jae menyela pembicaraan mereka dan mencoba mengatakan alasan Heung dan lainnya berkelahi saat itu, tapi Jung Soo memotongnya.Jung Soo menolak mendengar penjelasan dari guru Jung, karena dia lebih menyukai penjelasan dari mulut guru Kang. Jung Soo bahkan mengatakan kalau lebih baik In Jae mundur, karena dia akan sangat menghargai hal itu.






Saat Jung Soo sudah masuk ke ruang pertemuan, In Jae menarik lengan Se Chan dan menanyakan Se Chan akan berada di sisi yang mana? Mengusir Heung Soo atau mempertahankannya?
Se Chan berkata kalau dia akan mendengar alasan terhadap kasus ini. In Jae mengingatkan kalau Se Chan adalah wali kelas sekarang, dan seharusnya Se Chan mempertahannya dengan segala kekuatan. In Jae juga mengingatkan kalau dulu Se Chan juga mendukung.
Se Chan masih beralasan kalau ini semua harus diselesaikan dengan baik, dan untuk hasil yang baik untuk guru dan juga siswa. In Jae kehabisan kata-kata, tapi tiba-tiba In Jae bertanya apakah itu alasannya yang membuat Se Chan membiarkan ha Kyung pingsan, hanya melihat dan tidak menolongnya.
Sekarang gentian Se Chan yang tidak mampu berkutik.
Se Chan hanya dia dan meninggalkan In Jae.


In Jae melangkah gontai menyusuri lorong kelas, menuju ke kelas 2-2. In Jae hanya diam menatap anak-anak yang masih asik dengan kesibukannya sendiri.
Dia sepertinya kehilangan konsentrasi, sehingga tidak tahu harus memulai dari mana. Ada seorang murid yang bertanya bagaimana dengan Heung Soo. In Jae menjawab, kalau dia tidak benar-benar tahu tentang Heung Soo. In Jae lalu bertanya apakah mereka semua sudah menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan Heung Soo? Nam Kyung Min lalu mengingatkan kalau mereka sudah kehilangan 20 menit waktu utntuk belajar. Kyung Min juga bilang kenapa mereka tidak berhenti bicara dan melanjutkan pelajaran saja?

In Jae mencoba mengembalikan konsentrasi mengajarnya yang sudah menguap karena perkara Heung Soo. Badan In Jae ada di kelas, tapi pikirannya ada di ruang pertemuan.
Itu membuat In Jae hanya terdiam di depan papan tulis, tanpa tahu harus menulis apa. Padahal kapur tulis sudah ditangannya.




Ini tulisan Han Young Woo, dia nulis pake tangan kiri lo, dan tetep bagus.(Fokus Ayu…^^)



Akhirnya In Jae membalikkan badannya, dan meminta maaf pada semua, karena mungkin mereka akan lebih banyak kehilangan waktu lagi. In Jae menyuruh mereka menggunakan sisa waktu itu sesuka mereka.
In Jae membereskan bukunya dan langsung keluar, Nam Soon hanya memandangi guru Jung dengan pandangan cemas. Nam Soon sepertinya tahu kalau guru Jung juga mengkhawatirkan Heung Soo.

Di ruang pertemuan semua sudah berkumpul.Ada Im Jung Soo, petugas polisi,Ibu Min Ki, Guru Jo, Guru Uhm, Kang Se Chan, tak lupa juga Heung Soo. Se Chan berdiri di depan bersama Heung Soo. Se Chan menjelaskan kalau situasi saat mereka berkelahi malam itu dikarenakan sesuatu di masa lalu. Se Chan bilang anak-anak hanya salah paham, dan sebagai wali kelas dia dan In Jae baru mengetahuinya. Guru Uhm bertanya pada Heung Soo apakah itu benar?Heung Soo hanya diam. Guru Uhm akhirnya menyuruh Heung Soo kembali ke kelas. Heung Soo pun mematuhinya.



Ibu Min Ki akhirnya bersuara, kalau kesimpulannya adalah ada lagi seorang pengganggu di kelas anaknya, Min Ki. Ibu Min Ki juga bilang tentang fakta bahwa Heung Soo adalah pengganggu di sekolahnya yang dulu.Ibu Min Ki berkata kalau tidak ada jaminan kejadian ini tidak terulang lagi?

Jo Bong Soo ikut berpendapat, kalau sebagai guru mereka menyerah terhadap siswa, maka para orang tua juga tidak akan setuju dengan sikap guru yang seperti itu.Tapi para orang tua juga selalu meributkan kalau anaknya duduk dengan siswa bermasalah di kelasnya.Jo Bong Soo bilang kalau tentu sekolah kesulitan memuaskan kedua belah pihak yang berbeda(Betuuulll^^)
Guru Uhm sepertinya setuju dengan kata-kata guru Jo.
Guru Jo juga bilang hal itu juga bukan berarti tidak bisa mengambil jalan terbaik untuk keduanya. Im Jung Soo akhirnya berkata kalau masalah ini selalu saja terhadi, jadi tidak perlu berbicara panjang tentang hal ini. Jung Soo meminta mereka melakukan voting, dan akan mengambil keputusan terbanyak.



Tiba-tiba masuklah In Jae. Jo Bong Soo berkata kalau In Jae datang tepat waktu. Jo Bong Soo emminta agar semua mendengarkan penjelasan guru Jung karena dialah yang paling tahu tentang kelas dua.
Jung In Jae mengatakan kalau Heung Soo bisa berubah kalau mereka bisa membiarkan kejadian ini sekali saja. Jung Soo bilang kalau anak-anak ga akan mungkin bisa berubah dengan mudah. Jung Soo juga bilang apa In Jae tidak melihat Oh Jung Hoo sebagai contoh.
In Jae menjawab kalau baru-baru ini dia melihat kalau Jung Hoo bisa merasa takut, dan bergetar matanya. In Jae menjelaskan, kalau tatapan mata Jung Hoo tidak pernah gentar, bahkan saat memegang pergelangan tangannya sampai rasanya hampir patah. Tapi, saat berhadapan dengan guru Kang sinar mata Jung Hoo bergetar takut. In Jae juga bilang itu adalah fakta bahwa Jung Hoo masih bisa berubah.
In Jae juga mengungkapkan fakta lainnya tentang Heung Soo, yang bahkabn mengkhawatirkan tangannya saat tanpa sengaja Heung Soo mendorongnya. Itu adalah tanda bahwa mereka bisa berubah.
In Jae menjelaskan walaupun sulit untuk menanyakannya, tapi Heung Soo melakukan itu padanya.
In Jae bertanya bukankah itu sudah cukup untuk mengatakan anak-anak memiliki potensi menjadi lebih baik?
Im Jung Soo tersenyum sinis mendengar penjelasn In Jae yang panjang lebar.
Im Jung Soo bahkan mengejek In Jae dan mengatakan bahwa itu adalah kejadian yang sungguh menyentuh.
In Jae berkata kalau dia tahu bahwa dia sudah melumpuhkan pemikiran sekolah yang tua, tapi In Jae meminta agar Park Heung Soo bisa diberikan kesempatan yang terakhir.


Ibu Min Ki langsung protes dengan bilang kalau mereka serasa seperti orang yang jahat jika mengeluarkan Heung Soo dari sekolah. Karena mereka semua bergulat dengan pendapat mereka masing-masing, Soo Chul meminta Kang Se Chan untuk berpendapat.
Se Chan akhirnya berkata kalau dia merasa semua hanya mengatakan hal-hal yang sia-sia saja. In Jae kaget mendengar yang Se Chan katakana, Se Chan pun akhirnya memandang In Jae, Mereka saling bertatapan. Se Chan ternyata ingin bertanya, bisakah In Jae memenangkan Park Heung Soo? Lalu Se Chan menatap ke depan, dan berkata kalau siswa tidak akan mungkin bisa berubah sendiri. Seorang guru harus bisa menag untuk bisa menangani anak itu. Lalu Se Chan berkata kalau itu adalah hal yang sangat tidak realistis.
Guru Uhm kemudian berkata kalau mereka sudah cukup mendengarkan dan sekarang saatnya mengambil keputusan terbanyak. Ibu Min Ki tersenyum senang mendengarnya. Im Jung Soo menyuruh In Jae keluar.
In Jae pun tidak mampu berbuat apa-apa lagi, dia membungkuk member hormat dan melangkah keluar. In Jae menunggu dengan cemas diluar.




Heung Soo sepertinya tidak pergi ke kelas, dia berada di halaman sekolah. Tapi kemudian Heung Soo memutuskan untuk masuk kelas. Heung Soo kemudian membersekan buku-bukunya, dan Nam Soon yang melihat itu ingin bertanya, tapi membatalkan niatnya dan hanya melihat dalam diam yang dilakukan Heung Soo.


Di ruang kepala sekolah, Im Jung Soo, Ibu Min Ki, dan Soo Chul mengangkat tangannya karena setuju Heung Soo dikeluarkan.
Guru Uhm berkata siapa yang menentang Park Heung Soo dikeluarkan bisa mengangkat tangannya.
Jo Bong Soo mengangkat tangannya, disusul dengan petugas kepolisian. Petugas itu berkata jika tidak sakit makan anak bisa dijaga oleh sekolah. Kalau sampai siswa dikeluarkan dai sekolah, maka beban kerja mereka jadi meningkat.
Lalu guru Uhm berkata kalau sudah dua orang dan akan menjadi tiga orang. Im Jung Soo bingung, lalu tanpa pikir panjang Uhm Dae Woong mengangkat tangannya menolak Heung Soo dikeluarkan (dibalik sikap yang sangar ternyata Uhm Dae woong perhatian ya sama muridnya..^^ ).
Uhm Dae Woong bilang kalau tidak ada fakta korban ataupun penyerang dalam kasus Go Nam Soon dan Park Heung Soo.Mereka hanya adu tinju seperti layakna anak laki-laki. Tidak lebih dari itu. Sehingga lebih baik mereka meberikan pelayanan masyarakat saja pada mereka.
Im Jung Soo, merasa tidak puas dan beralih ke Se Chan. Bertanya apa keputusan Se Chan?



Semua mata memandang ke Se Chan menanti jawabannya, Se Chan lalu berkata kalau dia setuju dengan pengusiran Heung Soo. Jo Bong Soo merasa kecewa, sedangkan Ibu Min Ki dan Im Jung soo tersenyum penuh kemenangan.



Heung Soo berjalan keluar, dan nam Soon mengikutinya. Memanggil Heung Soo agar dia berhenti. Akhirnya Heung Soo berhenti dan membalikkan badannya.
Heung Soo bertanya ada apa? Apa ada lagi yang akan diungkapkan Nam Soon tentang dirinya? Heung Soo juga bilang kalau Nam Soon sudah melakukan pekerjaan yang baik di depan anak-anak. Kata-kata itu tentu bukan pujian tapi sindiran untuk Nam Soon, atas apa yang sudah dikatakannya saat kelas guru Jung tadi. Nam Soon beralasan, kalau dia tidak melakukan itu maka bisa saja Heung Soo diusir.

“Apakah itu begitu penting untukmu?”

“Kau harus tinggal di sekolah ini, agar aku bisa melakukan Sesuatu untukmu.”

“Apa? Apa yang akan kalu lakukan untukku?”

Nam Soon bingung dan menjawab kalau dia tidak tahu.

“Aku harus meminta maaf dan..membayar hutangku padamu.”

Heung Soo berkata harusnya dari dulu Nam Soon meminta maaf. Sekarang semua sudah terlambat.
Heung Soo menatap tajam Nam Soon dan bertanya “Hutang? Apa kau bisa membayarnya?”

Nam Soon menjelaskan dengan melihat wajah Heung Soo setiap hari setidaknya dia bisa melakukan sesuatu (Kayak lagi kasmaran aja nih Nam Soon..^^)

Heung Soo berkata dengan sangat marah apa dia terlihat bodoh? Kalau ada seorang yang sudah menghancurkan hidupnya lalu melarikan diri, dan sekarang datang meminta maaf. Walaupun mungkin memang hanya itu yang bisa dia lakukan. Tapi apa menurut Nam Soon Heung Soo akan mudah untuk memaafkan?

“Aku lebih suka dikeluarkan, daripada harus memberikan kesempatan pada brengsek sepertimu. ”

Heung Soo membalikkan badannya, dan Nam Soon langsung berkata kalau ternyata Heung Soo tidak jadi dikeluarkan?Apa yang akan Heung Soo lakukan?
Heung Soo terhenti dari langkahnya. Nam Soon juga mengingatkan tentang keinginan kakaknya yang ingin Heung Soo lulus di sekolah ini.



Kembali ke ruang dimana ada Se Chan yang sedang berkumpul dengan yang lain. Ternyata Se Chan belum selesai dengan kata-katanya.
Se Chan melanjutkan kalau menurut standartnya dia pasti akan mengeluarkan Park Heung Soo, tapi disini dia datang atas nama guru Jung.Se Chan juga berkata kalau pendapat guru Jung adalah pasti. Jadi karena dia datang atas nama guru Jung, maka dia akan memberikan pendapat atas nama guru Jung. Se Chan dengan mantap berkata kalau dia akan mendukung penolakan Park Heung Soo dari sekolah.
Im Jung Soo dan Ibu Min Ki tentu saja kaget. Sedangkan guru Jo, dan guru Uhm tersenyum senang dengan keputusan Se Chan. Se Chan hanya tersenyum tipis dengan yang dilakukannya.



Nam Soon dan Heung Soo masih di dekat gerbang sekolah. namS oon kembali bertanya apa yang akan dilakukan Heung Soo kalau dia tidak jadi dikeluarkan? Apakah Heung Soo akan tetap datang ke sekolah?

“Aku tidak akan datang padamu.”

Heung Soo lalu tanpa menoleh lagi berjalan keluar gerbang. Nam Soon tidak berusaha mengejar Heung Soo lagi, dan hanya memandangnya dari jauh.

Keesokan paginya.
Nam Soon sampa di kelasnya, dan duduk. Kemudian dia memandang meja Heung Soo yang kosong.

Nam Soon dengan gontai menlangkahkan kakinya. Tiba-tiba Ha Kyung menhadangnya dengan setumpuk kertas. Ha Kyung meminta Nam Soon yang menyelesaikannya, tapi Nam Soon hanya memandang Ha Kyung dan meneruskan langkahnya.(Haha..tuuumbenn Ha Kyung dicuekin.^^)
Tapi Ha Kyung memanggil Nam Soon, membuat Nam Soon akhirnya berbalik menghadap Ha Kyung.
Ha Kyung berkata kalau Nam Soon sangat tahu yang dibutuhkan wakil ketua kelas? Dan Nam Soon menjawab iya, yang dibutuhkan wakil ketua kelas adalah poin tambahan.
Tapi Ha kyung malah berkata Nam Soon idiot dan langsung pergi meninggalkan Nam Soon. Nam Soon hanya mampu memandang Ha Kyung tanpa berkata apapun.



Im Jung Soo bertemu Se Chan diruangannya. Dia menagku kecewa dengan Se Chan. Jung Soo mengira Se Chan yang juga mempunyai pola pikir yang sama.
Se Chan hanya tersenyum tipis dan baerkata kalau kenapa Jung Soo tidak membiarkan saja Jung In Jae tetap sebagai wali kelas 2-2.Jung Soo bertanya apa sekarang Se Chan sedang memerintahnya?Kenapa Jung Soo harus mendengarkan kata-kata Se Chan?
Se Chan menjawab kalau dia tahu Jung Soo mentupi alasan keberadaan dia di SMA ini. Namun Se Chan bilang kalau dia bisa mengakui itu kapan saja, dan dia sama sekali tidak takut untuk mengakuinya. Jung Soo sedikit kaget, dan berkata kalau Se Chan sepertinya sedang hinging dengan apa yang dikatakannya.
Se Chan tidak menanggapi itu dan lanjut berkata kalau dia tahu Im Jung Soo adalah seorang kepala sekolah dan juga instruktur pribadi seperti dirinya. Se Chan bertanya siapa yang emmiliki beban yang lebih berat sekarang? Dia atau Jung Soo?
Se Chan tersenyum penuh kemenangan mengetahui kelemahan Jung Soo. Jung Soopun tidak bisa berkutik mendengarnya.


In Jae sedang sibuk mengirim sms.Dia bertanya Heung Soo ada dimana?Kenapa Heung Soo tidak mengangkat telponnya.Tapi kemudian In Jae menghapus kembali sms yang sudah diketiknya. In Jae menggantinya memberitahu kalau menu makan siang adalah Barbeque, jadi Heung Soo diminta datang dan makan.
Lalu masuklah Se Chan yang melihat In Jae asik dengan ponselnya. Se Chan mendekati In Jae dan mencuri lihat sms yang diketiknya.
Se Chan duduk di kursinya dan berkata kalau sekarang Park Heung Soo sudah bukan masalah lagi. Se Chan juga bertanya apa yang akan In Jae lakukan untuk kelas 2-2 di sesi belajar nanti?



In Jae menjawab, kalau Se Chan bisa melakukan itu sendiri, karena sekarang dia sudah bukan lagi wali kelas 2-2.Se Chan menjawab, mengapa In Jae khawatir pada Heung soo,jika In Jae sudah bukan wali kelas mereka. Apakah In Jae adalah orang tua Heung Soo?
In Jae tidak menjawab dan bertanya kenapa Se Chan ada di pihaknya saat pertemuan kemarin? Se Chan membantah hal itu, dia berkata “Aku adalah avatarmu”
(Wkwkw..LOL)
Se Chan menjelaskan kalau itu merupakan tanggung jawab In Jae jadi kenapa harus dia yang bingung dengan masalah kemarin. Dia hanya tidak ingin terlibat.

So Chul masuk ke ruangan, dan berkata kalau kepala sekolah membiarkan masalah ini, dan tetap membiarkan In Jae menjadi wali kelas. Soo Chul juga bilang kalau Kepala Sekolah sudah bermurah hati dalam melakukan hal ini. Tapi Soo Chul mengingatkan kalau kejadian ini tidak boleh terulang lagi. In Jae tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Lega pasti rasanya.


In Jae masih bingung dengan yang terjadi, membuat Se Chan menegurnya dan bertanya apa In Jae tidak akan ke kelas sekarang? In Jae berkata kalau Guru kang tetap harus memimpin jalan ke 34 anak domba itu, karena dia harus pergi dan bertemu satu domba muda.
Se Chan bingung dan bertaya apa yang In Jae katakana?(Padahal itu kan ungkapanmu sendiri..^^)

Di luar ruang guru, In Jae menatap Se Chan dan tersenyum sendiri. Senang karena ternyata Se Chan mau melakukan sesuatu untuk anak-anak. Senang karena ternyata Se Chan peduli pada anak-anak.


Di kelas 2-2, anak-anak berbaris mengantri untuk eminta ijin pada guru kang. Ki Deok beralasan kalau ada hal yang membuatnya tidak bisa tinggal di kelas setelah jam belajar selesai. Se Chan menjawab, paa Ki Deok bisa menghasilkan uang yang banya karena hal itu? Se Chan tidak bisa menerima alasan Ki Deok, dan menyuruh antrian berikutnya maju.


Kali ini Na Ri.Se Chan bertanya apalagi selain tumor otak yang menjadi alasan Na Ri bolos sekarang?
Na Ri berkata kalau dia habis bertengkar dengan ayahnya kemarin sehingga saat ini dia tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Se Chan malah menjawab, kalau Na Ri bahkan salah dalam mengeja kata-katanya, dan menyuruh yang dibelakang Na Ri untuk maju.

Seorang murid laki-laki beralasan kalau perutnya sakit dan dia pengen BAB, tapi dia tidak bisa melakukannya di rumah, jadi bisakah dia pulang dan setelah itu kembali lagi.
Se Chan pusing mendengar alasan murid-muridnya, alasan konyol yang sama seklai tidak masuk akal.
Se Chan tidak mau lagi mendengar mereka, dan tetap menyuruh mereka masuk.
Dibelakang anak-anak perempuan berteriak, kalau dia harus melihat Shinee, jadi dia harus benar-benar pergi.
Anak-anak tidak bisa membantah dan segera kembali ke kursinya.


Se Chan dengan tampang depresi menyuruh mereka mengelem pantat mereka di kursi. Jika ada yang sampai mengangkat pantatnya dan emninggalkan kelas, maka mereka akan mendapatkan tambahan waktu belajar setelah sekolah berakhir selama 10 menit.

Di depan rumah Heung Soo, In jae bereriak memanggil nama Heung Soo, dan meminta Heung Soo keluar menemuinya. Namun Heung Soo tetap tidak keluar-keluar, membuat In Jae mengeluarkan ponselnya mencoba menghubungi Heung Soo.


In Jae sepertinya mulai menyerah, dia akan pergi meninggalkan rumah heung Soo, tapi disaat bersamaan Go Nam Soon datang. Mereka berdua kaget. Nam Soon langsung membungkuk hormat pada guru Jung.
In Jae bertanya apa Nam Soon juga akan bertemu Heung Soo? Nam Soon membenarkan.In Jae berkata kalau Nam Soon pasti benar-benar dekat dengan Heung Soo.

“Sejak sekolah dasar. Kami berdua terlalu tinggi untuk bertindak sebagai anak-anak sekolah dasar.”

In Jae berkata apa karena itu Nam Soon bersikap lebih dewasa?
Nam Soon dengan senyumnya berkata kalau mereka bisa berlari seperti orang gila, bahkan mereka bisa menabrak segalanya. “Ketika kami merasa lelah, kami akan pergi ke rumah Heung Soo untuk makan dan tidur.Aku akan pergi melihat dia berlatih sepak bola dan menunggu sampai hari gelap. Heung Soo benar-benar baik di sepak bola.Dia sempat diintai oleh tim lain.”
In Jae tersenyum mendengar cerita Nam Soon. Nam Soon melanjutkan kalau Heung Soo ingin melakukan yang terbaik di sepak bola dan akan berbakti pada ibunya yang sakit-sakitan.”Pada akhirnya dia tidak bisa melakukan semua itu karena aku. Sepakbola atau tugasnya berbakti.”

In Jae bertanya lalu bagaimana orang seperti Heung Soo bisa menjadi pengganggu? Nam Soon menjelaskan kalau Heung Soo bukan pelaku yang sebenarnya. Nam Soon juga bilang kalau Heung Soo hanya mengikutinya saja. In Jae tersentuh mendengarnya.
In Jae lalu bertanya kenapa tidak Nam Soon biarkan Heung Soo pergi saja saat itu, tanpa harus memukulinya.Apakah memukuli itu menjadi tradisi?
Nam Soon berkata saat itu dia hanya marah. Nam Soon merasa kalau saat itu Heung Soo akan pergi jauh dan meninggalkannya sendirian.
Nam Soon sedikit sedih, tapi dia kembali tersenyum dan berkata kalau In Jae tidak perlu cemas, dia akan membuatnya Heung Soo kembali ke sekolah. In Jae menyetujuinya, karena dia tahu kedekatan Heung Soo dan Nam Soon.



Tinggallah Nam Soon sendiri menunggu Heung Soo. Nam Soon menelpon Hueng Soo dan mengajaknya bertemu. Heung Soo pun menyetujuinya.
Nam Soon senang karena Heung Soo akhirnya datang, dan Heung Soo menjawab kalau dia terganggu sekali dengan telpon Nam Soon yang terus menerus. Nam Soon bertanya apakah Heung Soo benar-benar tidak akan ke sekolah?
Heung Soo berkata kalau Nam Soon tidak perlu merengek seperti itu. Apa di sekolah Nam Soon diajari hal seperti itu? Heung Soo juga menyuruh Nam Soon segera pergi.


Nam Soon menarik Heung Soo yang hendak berjalan pergi, mencengkeram kerah jaketnya, dan mendorongnya ke belakang. Nam Soon berkata apakah Heung Soo ingin merusak hidupnya lagi, hanya karena bajingan seperti dia? Nam Soon mengingatkan Heung Sooo yang ingin mengabaikannya, jadi lakukan saja hal itu, dan tetap pergi sekolah. Heung Soo dia saja, membuat Nam Soon bertanya kenapa? Apakah Heung Soo tidak berhasil untuk mengabaikannya dan tetap pergi ke sekolah? Apakah Heung Soo ingin mengatakan kalau bertemu Nam Soon sangat mengganggunya. Nam Soon bertanya kenapa Heung Soo menyalahkan itu semua padanya, dan melarikan diri?
Heung Soo menjawab “Itu benar..aku telah melarikan diri.”
Heung Soo bahkan berkata kalau dia sangat rterganggu harus melihat wajah orang yang telah menghancurkan hidupnya setiap hari. “Melihat kau, mengingatkan ku tentang kau yang menghancurkan kakiku”

Nam Soon sedih dan menundukkan wajahnya. Lalu dia menatap Heung Soo dan berkata “Jadi..datang dan ganggulah aku..Jangan lari, dan balas dendamlah padaku..”
Heung Soo marah mendengarnya dan mendorong tubuh Nam Soon, sehingga cengkraman Nam Soon terlepas.



Heung Soon bertanya memang apa yang dipunya Nam Soon, yang bisa diambilnya untuk balas dendam? Apa Nam Soon punya sesuatu yang berharga untuk dikorbankan seperti dia yang terpaksa mengorbankan mimpinya karena mrnjadi pemain sepak bola karena yang telah dilakukan Nam Soon. Heung Soo berkata sepak bola adalah hal berharga untuknya. Jadi apa Nam Soon bisa membuang sesuatu yang penting dalam hidupnya? Dengan itu, maka dia akan pergi ke sekolah.
Nam Soon diam saja, bingung. Dia merasa memang tidak punya sesuatu yang berharga yang bisa di korbankan.
Heung Soo yang melihat Nam Soon diam bertanya kenapa? Apa Nam Soon tidak bisa membuangnya.
Heung Soo pun meninggalkan Nam Soon yang terus terdiam.

Esok paginya guru Uhm mengingatkan In Jae, jika Heung Soo terus absen tanpa alasan seperti ini, maka tidak aka nada cara lagi untuk menyelamatkannya. Apalagi ini adalah hari terakhirnya Heung Soo melakukan pelayanan masyarakat. Guru Uhm menjelaskan kalau dia bisa melakukan sesuatu tentang tidak masuknya Heung Soo, jadi bisakah In Jae menghubunginya? In Jae hanya mengangguk dan segera kembali ke mejanya. Se Chan yang memang berada disana danmendengar semua berkata, kalau mereka sudah menyendokkan makanan bahkan menyuapkannya tapi dia meludahkannya.



In Jae dengan perasaan hampa berjalan menuju kelas untuk mengajar, Se Chan mengikuti di belakanngnya. Se Chan yang tahu galaunya perasaan In Jae hanya emmandangnya saja.
Anak-anak seperti biasa selalu bermain, dan baru kembali ke tempat duduknya saat In Jae dan Se Chan masuk kelas.
In Jae yang berdiri di depan, memanggil ketua kelas, dan memintanya untuk menghubungi Park Heung Soo agar segera datang ke sekolah. In Jae juga bilang kalau ini adalah kesempatan terakhir Heung Soo. Jadi kalau Heung Soo tidak datang maka dia akan benar-benar dikeluarkan.

Nam Soon mematuhi perintah In Jae. Di luar kelas Nam Soon mencoba menghubungi Heung Soo.Nam Soon meminta Heung Soo datang secepatnya, dan Heung Soo menolak itu. Nam Soon berkata kalau dia kaan membuangnya. Membuang sesuatu yang penting dalam hidupnya.Jadi Heung Soo harus datang untuk melihat itu. Melihat apa yang dibuangnya. Ternyata Heung Soo sedang kerja, dia mengangkat kardus-kardus yang berisi barang.


In Jae masih menunggu kedatangan Heung Soo. Anak-anak bahkan tidak diperbolehkan pulang sebelum Heung Soo datang, karena jika kelas mereka berakhir, maka kesempatan terakhir Heung Soo akan hilang.
Semua murid tidak sabar. Na Ri mengangkat tangannya dan meminta ijin untu pulang karena ada urusan yang mendesak, apalagi ini memang sudah waktunya pulang. In Jae lalu sadar dan melihat jamnya, dia berkata kalau memang harus pergi ya pergi saja. Bukan hanya Na Ri yang senang mendengarnya, yang lainpun ikut bersorak. Mereka semua bergegas pergi.
Hanya tersisa Nam Soon, Kang Joo, Young Woo, Ha Kyung dan Ki Deok cs.
In Jae berkata kalau dia juga membolehkan guru kang untuk pergi karena dia yang akan menyelesaikan hal-hal yang tersisa.




Saat Se Chan akan keluar, masuklah guru Uhm. Guru Uhm bertanya pada In Jae, apakah Heung Soo masuk hari ini? Tapi kemudian Heung Soo datang, In Jae lega melihatnya dan berkata pada guru Uhm kalau dia sudah datang sekarang.
In Jae menyuruh Heung Soo segera ke kursinya dan duduk.Heung Soo menurutinya, dan Nam Soon memandang Heung Soo saat dia sudah duduk di bangkunya. Guru Uhm berkata kalau Heung Soo memang datang, tapi karena datangnya setelah sekolah usai, maka guru Uhm tetap akan melaporkannya sebagai ketidakhadiran atau absen. In Jae lalu memanggil guru Uhm yang sudah hendak pergi. In Jae menjelaskan kalau mereka belum menyelesaikan kelas. Min Ki ikut berkata kalau anak-anak hanya meninggalkan kelas lebih dulu, tapi sebenarnya kelas belum selesai (Wah..padahal Min Ki udah dijahati Heung Soo, tapi dia tahu kalau Heung Soo tidak sengaja.)
In Jae lalu mengatakan pada Heung Soo kalau dia terlambat datang. Kemudian In Jae juga berkata kalau kelas selesai. In Jae memanggil-manggil Nam Soon, tapi Nam Soon masih melihat Heung Soo, kemudian dia tersadar dan melakukan tugasnya sebagai ketua kelas. Semuapun meninggalkan kelas.




Saat sudah berdua saja, Heung Soo langsung menanyakan apa yang akan Nam Soon buang? Nam Soon bangkit dan menyerahkan sesuatu pada Heung Soo. Heung Soo melihatnya. Nam Soon bertanya apa Heung Soo senang sekarang? Nam Soon pun pergi meninggalkan Heung Soo.


Nam Soon menemui In Jae, dan menyerahkan sesuatu padanya. Setelah selesai, Nam Soon pamit untuk pulang. In Jae hanya termenung dan diam tanpa mengucapkan apapun. In Jae memandangi kertas yang diberikan Nam Soon tadi, ternyata surat pernyataan putus sekolah. Nam Soon ingin berhenti sekolah.


Saat akan pulang, ada Heung Soo yang menunggu Nam Soon di depan gerbang sekolah. Kali ini Nam Soon cuek,dan melanjutkan langkahnya. Heung soo langsung bertanya apakah hal yang Nam Soon buang adalah sekolah?Heung Soo juga bertanya, apa itu hal yang penting dalam hidup Nam Soon? Heung Soo berkata kalau itu tidak cukup.Apa Nam Soon tidak punya sesuatu yang lebih besar?
Nam Soon kemudian berkata dan memandang Heung Soo. Nam Soon seperti akan menangis “Hal yang aku buang sekarang bukan sekolah. Itu adalah kau.”

Heung Soo tertegun mendengarnya, dan Nam Soon melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Heung Soo.
Nam Soo benar-benar menangis. Dia sedih dengan keputusannya.






KOMENTAR :

Cukup banyak hal-hal sedih disini, fakta tentang hubungan Heung Soo dan Nam Soon yang sekarang sudah jelas,penyebab retaknya hubungan merekapun sudah terungkap.
Berharapnya memang mereka bisa menjadi baik lagi satu sama lain, dan bisa bersahabat seperti itu. Aku yakin hubungan mereka bisa membaik, hanya mungkin masalah waktu.

Episode ini mmang sedikit terlambat, maaf yang sudah menunggu.^^
Aku juga berharap semoga saja ending drama tidak mengecewakan, karena awalnya saja sudah bagus seperti ini. Jadi semoga endingnya bisa lebih memukau lagi.
Maaf karena aku cuma sedikit berkomentar untuk episode ini,karena aku cuma ingin cepat mempostingnya..
Terimakasih untuk semua..^^

16 comments:

  1. episode 8 nya ditunggu nih ^^,

    ReplyDelete
  2. akhirnya keluar juga..
    mbak emabg T.O.P B.G.T daahh..
    semngat terus buat sinips nya ya mbak..
    kami selalu menati..
    ^^

    ReplyDelete
  3. Aiihhh..Tika inii emang bisa aja lo..
    Episode 8 menanti ya..
    Pastii akan tetap aku lanjutkan sampe tuntas.
    Terima kasiihh..^^

    ReplyDelete
  4. Min, lanjutin dong episode 8 nya!!! Fighting!!! :) penasaran nih lanjutan episode nya XD min tamatin ya recap drama schol 2013 nya muehehehe :* gomawoyo

    ReplyDelete
  5. Beres deh Novita, pasti akan aku anjutin kok..dan akan aku tuntasiin sampe tamat..
    Okay..^^

    ReplyDelete
  6. Mba ayu q ksih hdiah dfb. .
    Fto yg unyu". .hee
    Q tnggu epis0de slanjutnya . .

    ReplyDelete
  7. Kalau ga besok, mungkin minggu baru bisa aku posting ya episode 8 nya..^^

    ReplyDelete
  8. Wuaaaa mengharukan diending episode ini :'''
    Mbak Author, lanjuttt terusss.. Semangaat!!! :)))

    ReplyDelete
  9. benar2 sedih di endingnya_maaf ya q ru coment dipart ini_kenapa?krena q ru punya akun google+_hehe....

    ReplyDelete
  10. benar2 sedih di endingnya_maaf ya q ru coment dipart ini_kenapa?krena q ru punya akun google+_hehe....

    ReplyDelete
  11. Iya aku juga bilang ending di episode ini mengharukan.
    terima kasih ya Paulina sudah mau berkunjung..
    tunggu episode selanjutnya yak..^^

    ReplyDelete
  12. aduuhh,, nangis aq,,, :-(

    ReplyDelete
  13. Mengharukan. Fakta bahwa anak2 nakal butuh satu hal untuk berubah.. yaitu CINTA. Salut sm guru in jae, yg tau apa yg murid mau.. kasih sayang dan perhatian.
    Trima ksh author. Nhiese. Salam kenal.

    ReplyDelete

Terimakasih untuk yang mau berkunjung dan memberikan
komentar di blogku ini ya,
walau aku jarang membalas tapi aku membaca semua komentar kok,
dan sangat senang.^^