nhieshe

  • Beranda
  • Judul A-F
    • A NEW LEAF
    • BRIDE OF THE CENTURY
    • DOCTOR STRANEGR
    • EMERGENCY COUPLE
    • FATED TO LOVE YOU
  • Judul G-L
    • GAP DONG
    • GOD'S GIFT
    • HEART TO HEART
    • HIGH SCHOOL:LOVE ON
    • LIAR GAME
  • Judul M-R
    • MISAENG
    • MY LOVELY GIRL
    • MY SECRET HOTEL
    • MY SPRING DAY
    • ONE WARM WORD
    • Pinnochio
    • PRETTY MAN
  • Judul S-Z
    • SCHOOL 2013
    • SHARK
    • SHOCKING SCANDAL
    • SURPLUS PRINCESS
    • TWO WEEKS
  • MY TWITTER
  • MY FACEBOOK
  • MY GOOGLE+
Home → Semua Post

Sinopsis One Warm Word Episode 13 part 2

Nhieshe
12 Comments
Wednesday, January 29, 2014
[Sebelumnya di Episode 13 part 1]



Episode 13 part 2

Eun Jin menyambut ibu mertua dan adik iparnya yang datang kerumah. Ibu Mertua Eun Jin senang melihat Yoon Jung yang lucu.
Sung Joon ingin langsung pamit karena dia banyak kerjaan. Tapi, Eun Jin meminta agar Sung Joon minum teh dulu sebentar. Ibu juga meminta agar Sung Joon duduk saja dulu, lagipula bisnis Sung Joon kan juga sedang dalam keadaan tak baik.

Akhirnya Sung Joon mengalah, dia ikut duduk dan Eun Jin langsung menyuguhkan minuman serta buah-buahan untuk ibu mertua dan adik iparnya. Sung Joon tiba-tiba bertanya kenapa Eun Jin ga pernah nelpon ibunya? Ibu marah, dan ga suka karena Sung Joong berkata yang aneh-aneh di depan Eun Jin. Ibu juga bilang dia tahu jika Eun Jin sangat sibuk makanya ga bisa menghubunginya.

Eun Jin menawarkan buah melon yang sudah dipotong kecil-kecil pada ibu mertuanya. Saat ibu mertua mencicipi, dia berkata buah ini terlalu kenyal. Eun Jin pun menawarkan buah lainnya, kali ini jeruk keprok. Tapi, jeruk pun sangat asam saat dicicipi oleh ibu mertuanya. Eun Jin serba salah, diapun meminta maaf pada ibu mertua.
Ibu mertua menjawab kalau ini bukanlah salah Eun Jin, Eun Jin kan ga bisa tahu apakah buah ini enak atau ga. Jadi ga usah merasa bersalah.

Sung Joon masih menjelekkan Eun Jin di depan ibunya. Berapa kali coba Eun Jin mengunjungi ibunya dalam setahun ini? Ibu membela Eun Jin dengan berkata hidup ya seperti itu. Saat kita sudah menikah dan punya anak, maka akan sangat sulit untuk bisa sering-sering berkunjung menemui orang tua. Dalam sekali mungkin hanya bisa 4 atau 5 kali saja. Jadi dia bisa memahami itu.

Sung Joon menyebut ibunya memiliki wajah ganda, saat didepannya, ibu menjelek-jelekkan Eun Jin, tapi ketika di depan Eun Jin, ibu jadi baik sekali dan membela Eun Jin.

[***]

Sung Joon makan siang dengan kakaknya, dan tiba-tiba Sung Joon meminta agar kakaknya bisa meminjaminya uang sebesar 5 juta won. Sung Soo heran dan bertanya untuk apa? Sung Joon menjelaskan kalau bisnis sedang tidak baik belakangan ini jadi dia ingin mengganti usaha.
Sung Soo menyuruh agar adiknya ga usah ganti usaha, dan teruskan saja yang ada. Sung Joon kemudian bilang kalau dia bahkan ga bisa untuk memberi makan dirinya sendiri.

Sung Joon pun bilang jika Sung Soo ga bisa, maka dia akan minta pada kakak ipar saja, apalagi keluarga kakak ipar kan sangat kaya. Sung Soo kesal dan melarang. Sung Joon pun tak membantah. Dia kemudian bilang, jika ibu benar-benar ga bisa mengurus diri sendiri karena sakit yang diderita ibu saat ini, maka dia ga mau menerima ibu.
Sung Soo menjawab baiklah, dia yang akan mengurus ibu.

[***]

Eun Jin mengantar ibu mertua periksa ke RS. Eun Jin menawarkan diri biar dia saja yang mendaftar, dan ibu mertua tunggu saja disini. Ibu mertua Eun Jin ga mau, dia ingin mereka pergi bersama.
Setelah sampai di ruang dokter, Dokter pun menjelaskan kalau ibu mertua Eun Jin harus operasi. Sendi ibu mertua harus diganti dengan sendi buatan. Ibu mertua ngeri saat mendengar kata operasi, sehingga dia menolak melakukan itu.

Dokter menjelaskan jika sakit itu makin parah maka kondisi ibu mertua juga akan semakin buruk. Bisa saja ibu mertua kehilangan tulang rawan. Jika sampai itu terjadi, maka operasipun ga ada gunanya.
Eun Jin kemudian bertanya, apa setelah operasi ibu mertuanya bisa jalan-jalan seperti biasa? Dokter menjawab, itu bisa saja terjadi, jika setelah operasi ibu mertua mendapat perawatan pasca operasi yang tepat dan disiplin menjalankannya.

Eun Jin pun membujuk ibu mertuanya untuk operasi. Dia menambahkan bahwa teman ibu nya juga pernah operasi dan semua berjalan lancar. Akhirnya ibu mertua, menyetujui rencana operasi itu.

[***]

Eun Young menunggu Min Soo ditempat favorit mereka ketika mereka masih di kantor. Disana Min Soo bertanya kenapa Eun Young mengajaknya bertemu? Eun Young pun dengan sumringah menunjukkan baju yang dibelinya untuk Min Soo. Dia mencoba menempelkan baju itu pada tubuh Min Soo untuk melihat apakah baju yang dibelinya cocok untuk Min Soo.?
Min Soo bertanya kenapa harus membelikannya baju?

Eun Young menjawab kalau dia hanya ingin membelikan pacarnya baju dan melihat pacarnya memakai baju yang dia belikan. Masak gitu aja ga boleh? Eun Young kemudian meminta agar Min Soo memakai baju itu saat datang ke rumahnya akhir pekan nanti. Dia juga akan memakan baju yang dibelikan kakak Min Soo padanya. "Sebuah hadiah, akan membawa hadiah lainnya.”

Lalu tiba-tiba Eun Young menepuk-nepuk pipinya dan berkata agar dia segera sadar dan kembali bekerja, jika dia terus melihat tatapan Min Soo yang penuh makna padanya, maka dia bisa terbius dan ga jadi kerja.
Eun Young pun bergegas pergi meninggalkan Min Soo yang tersenyum sambil memandang pemberian Eun Young padanya.

[***]

Min Soo dan kakaknya sedang dalam perjalanan bersama. Min Soo sudah menemukan rumah yang bisa ditempati Mi Kyung, dan malam ini mereka menuju rumah itu.
Di dalam mobil, Mi Kyung memberikan sesuatu yang harus dibawa Min Soo saat bertemu dengan kedua orang tua Eun Young.

Min Soo bertanya seharusnya Mi Kyung ga melakukan itu padanya, karena Mi Kyung sendiri kan sedang dalam keadaan yang tidak baik. Mi Kyung menjawab kalau dia akan selalu menjaga Min Soo, karena dia sudah seperti orang tua untuk Min Soo.

“Ada kesempatan dimana kau akan mendapatkan sebuah keluarga. Itu berarti aku juga akan mendapatkan keluarga”
Terang Mi Kyung lebih lanjut sambil tersenyum menatap adiknya.

[***]

Sampailah mereka di Officetel yang sudah disewa oleh Min Soo, Mi Kyung suka dengan tempat itu. Bersih dan bagus. Min Soo kemudian bertanya bagiaman perasaan Mi Kyung? Mi Kyung menjawab dia hanya merasa aneh saja. Min Soo berkata lain, dia lalu bercerita tentang awal dia menempati rumah barunya setelah keluar dari rumah kakak ipar. Saat itu dia menangis.

Mi Kyung menjelaskan kalau dia sudah lama menunggu waktu seperti ini. Waktu disaat dia bisa hidup sendiri, dan hanya untuk dirinya sendiri. Mulai sekarang dia akan melakukan apapun yang dia suka, bangun jam berapapun yang dia mau. Semua akan sesuai dengan seleranya.

Min Soo kemudian berkata kalau Mi Kyung harus mengisi officetel ini. Mi Kyung menjawab tentu saja, dia nanti akan membeli beberapa barang yang dia butuhkan. Min Soo heran dan bertanya kenapa harus beli, bukankah di rumah kakak ipar masih ada barang-barang Mi Kyung?
Mi Kyung menjawab, dia malas datang ke rumah itu.

Min Soo lalu memberitahu tentang kepergian Jae Hak ke China dalam rangka bisnis, dan dia jujur khawatir tentang ibu mertua Mi Kyung. Mi Kyung menjawab dia sekarang sedang mencoba mencari Ahjumma untuk mengurus ibu mertuanya. Min Soo kan tahu, sangat susah mencari orang yang disukai ibu mertuanya?
*iyalah, ibu mertuamu kayak penyihir.hihihi

Min Soo bertanya bagaimana dengan anak-anak Mi Kyung? Mi Kyung menjawab jika semua sudah beres, dia akan ke Amerika dan memberitahu anak-anaknya.

“Dan setelah itu?” tanya Min Soo lebih lanjut.

Mi Kyung menatap penuh senyum pada adik tirinya itu dan berkata bisakah mereka membuka warung udon bersama? Min Soo bisa jadi pemilik, dan dialah pekerjanya. Seperti yang Min Soo tahu, dia kan pekerja yang baik.
Min Soo dengan nada bercanda menjawab kalau dia ga mau mempekerjakan seseorang yang lebih tua darinya.

Tiba-tiba Mi Kyung meminta Min Soo segera menikah. Min Soo heran kenapa topic mereka malah beralih ke pernikahan.?
“Menikahlah selagi kalian sedang sangat jatuh cinta. Aku rasa itu waktu yang baik. Aku juga dulu sangat ingin melakukannya.”

Melihat wajah Mi Kyung bersedih, Min Soo bertanya apa benar Mi Kyung yakin akan membiarkan kakak ipar pergi? Mi Kyung ga menjawab dan memilih mengajak Min Soo segera pergi.

[***]

Eun Jin sedang makan malam bersama ibu mertua dan anaknya. Ibu mertua mengeluh kalau beras yang dimasak Eun Jin terlalu manis. Harusnya ada biji-bijian yang ditambahkan diberas ini. Eun Jin menjelaskan kalau dia membuat nasi khusus untuk ibu mertua, karena menurut dokter makanan yang kurang serat ga baik untuk ibu mertua sebelum operasi.

Ibu mertua tiba-tiba meminta agar Eun Jin selalu menjaga Sung Soo. Sung Soo akan sakit jika terus pulang terlambat dan berangkat terlalu awal. Terlebih Sung Soo juga minum setiap malam.
Eun Jin hanya bisa mengiyakan keinginan ibu mertuanya.

[***]

Kim Sung Soo, mampir ke rumah mertuanya dulu sebelum pulang. Disana dia memberitahu ayah dan ibu mertua bahwa dia sudah melakukan beberapa negosiasi dengan penyewa bangunan mereka. Sung Soo menjelaskan jika penyewa mau berunding kembali tentang masalah ini daripada membawa kasus ini ke pengadilan, yang tentu akan memakan waktu serta biaya. Penyewa juga mengaku menggunakan bangunan itu tidak hanya untuk kantor tapi juga tempat penyimpanan.
Sung Soo meminta pada ayah mertua agar jika penyewa menelpon segera beritahu dia maka dia akan mengurus semuanya.
sebelum beranjak pulang, Na Ra memberi gingseng merah dan daging untuk ibu Sung Soo.

[***]

Eun Jin mengantarkan ibu mertuanya untuk beristirahat di kamar Yoon Jung. Ibu mertua bertanya lalu Yoon Jung tidur dimana? Eun Jin menjawab Yoon Jung akan tidur bersama dia dan Sung Soo. Ibu mertua menyebut itu tak bisa, biar Yoon Jung tidur dengannya saja.

“Apakah kalian berdua, tidak ingin memiliki anak kedua?”

Eun Jin tersenyum malu mendapat pertanyaan seperti itu. Ibu mertua meminta Eun Jin dan Sung Soo memikirkan tentang ini, akan sangat ga baik jika saat Sung Soo dan Eun Jin tak ada, lalu Yoon Jung tinggal sendiri. Jika mereka ada anak kedua, maka akan ada yang menemani Yoon Jung nantinya.
Ibu mertua tiba-tiba bertanya, kenapa Eun Jin kehilangan senyum Eun Jin?

“Aku mengijinkanmu menikah dengan Sung Soo, karena aku menyukai senyumanmu. Tapi jika kau kehilangan itu, maka itu tidak boleh.”

Eun Jin akhirnya tersenyum dan menjawab bahwa dia mengerti. Ibu mertuapun tersenyum mendengarnya.

[***]

Sung Soo sudah pulang dan Eun Jin menyuruh Sung Soo menyapa ibu Sung Soo yang sekarang ada di kamar Yoon Jung. Sung Soo pun menurutinya. Ibu mertua yang melihat putranya bertanya heran kenapa wajah Sung Soo terlihat sangat kusam? Apa Sung Soo ga makan dengan baik selama ini?

Sung Soo meraba wajahnya dan menjawab kalau dia makan dengan baik kok. Ibu kemudian bertanya lagi, lalu kenapa dengan wajah Sung Soo yang seperti itu?Sung Soo menjelaskan kalau wajahnya baik-baik saja kok.

Ibu menyuruh Sung Soo meminta Eun Jin menyediakan obat herbal untuk Sung Soo, agar Sung Soo tetap sehat, karena jika Sung Soo sakit akan sangat ga baik. Ibu kemudian mengeluh kalau sebenarnya dia ga ingin operasi. Tapi Eun Jin menyuruhnya melakukan operasi.
Sung Soo menjelaskan jika dokter berkata ibu harus operasi, maka ibu memang harus melakukannya.

Ibu menatap Sung Soo dan bertanya, jika dia nanti dioperasi maka dia akan tinggal di rumah Sung Soo selama sekitar sebulan. Sung Soo menjawab lalu apa masalahnya, ibu memang harus tinggal disini bersamanya. Anggap saja seperti rumah ibu sendiri.

“Punyalah anak kedua” akhirnya ibu dengan berani mengatakan itu pada anaknya. Hal yang sama yang juga dia minta pada Eun Jin tadi.

“Mungkinkah kalian berdua sedang tak akur?” tanya ibu pada Sung Soo.

Sung Soo meminta ibunya berhenti, apa ibunya ga capek terus meminta anak kedua padanya? Ibu menjawab itu karena Sung Soo sudah semakin tua. Ibu ga peduli dan dengan santai bilang, punyalah anak kedua selama dia masih ada disini, anggap saja sebagai perayaan untuk kesehatannya nanti.

[***]

Eun Jin masuk ke kamar tepat saat Sung Soo sedang ganti baju, entah kenapa melihat Sung Soo bertelanjang dada membuat Eun Jin merasa sedikit jengah.
Eun Jin kemudian berkata kalau dia akan tidur di lantai. Sung Soo menolak, dan menyuruh Eun Jin untuk tidur di tempat tidur saja, biar dia yang di lantai.

Saat Eun Jin akan mengambil selimut di lemari untuk alas tidur di bawah, tanpa sengaja dia dan Sung Soo bertabrakan, membuat mereka menjadi sangat dekat. Tentu saja mereka menjadi canggung dan kikuk dengan situasi seperti ini.


Sung Soo lupa, dia malah merebahkan dirinya di kasur, namun kemudian dia ingat dan langsung nyeletuk. Oh iya ga disini. *hihihi..
Sung Soo pun pindah ke lantai dimana Eun Jin sudah menaruh selimut sebagai alas untuknya.

Melihat Sung Soo tak memakai selimut, Eun Jin pun langsung mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Sung Soo. Sung Soo yang belum terpejam merasa semakin tersiksa dengan kondisi mereka saat ini.

Ternyata mereka sama-sama tak bisa terpejam. Walau lampu kamar sudah dimatikan, tapi Eun Jin dan Sung Soo sama-sama gelisah. Eun Jin kemudian memilih bangun dan Sung Soo pun bertanya, apa Eun Jin ga bisa tidur? Eun Jin membenarkan. Sung Soo pun mengajak Eun Jin minum alcohol bersama di ruang tamu.


Kini mereka sudah duduk bersama menikmati minuman mereka. Sung Soo bertanya apa yang sedang Eun Jin pikirkan sekarang ini? Eun Jin malah balik bertanya kenapa Sung Soo ingin tahu? Sung Soo menjawab apa itu terasa seolah dia ga pernah bertanya hal tersebut pada Eun Jin?

“Apa yang kau pikirkan setelah menikah?” tanya Sung Soo

“Kita sudah membicarakan banyak tentang itu ketika mereka kencan dulu.” Jawab Eun Jin.

Eun Jin melanjutkan kalimatnya, kalau setelah menikah ternyata mereka selalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, sehingga melupakan pernikahan mereka.
Sung Soo menjelaskan kalau dia sekarang seolah menjalani kehidupan tanpa jiwa. Eun Jin menatap suaminya,seolah dia juga merasakan hal yang sama.

Sung Soo kemudian bertanya apa karena Eun Jin ingin menyembuhkan luka akibat perselingkuhannya dulu, maka Eun Jin bertemu Jae Hak? Dia pernah dengar bahwa luka yang disebabkan seseorang, akan bisa disembuhkan jika kita bertemu orang lain.
Eun Jin menjawab “Bekas luka yang kau dapat dari seseorang, tak bisa disembuhkan oleh orang lain. Tidak ada yang bisa memecahkan masalah itu untukmu.”

[***]

Pagi ini, akhir pekan dimana Min Soo sudah siap memperkenalkan dirinya pada orang tua Eun Young. Dia juga memakai baju yang dibelikan Eun Young padanya kemarin.
Setelah sampai di dalam, keluarga Eun Young semuanya berkumpul dan menyambut Min Soo dengan senyum hangat.

Min Soo membungkuk hormat pada mereka semua. Bahkan Hoon juga melingkarkan tangannya keatas kepala seraya mengucap selamat datang pada Min Soo.

Eun Young malah heran dan bertanya apa-apan ini? Jin Chul menjawab bukankah Eun Young mengancam mereka semua agar memberi sambutan hangat untuk pacar Eun Young. Min Soo hanya tersenyum dan Na Ra bertanya apa Min Soo suka dengan sambutan mereka? Min Soo kembali membungkuk hormat seraya mengucap terima kasih.


Di ruang keluarga, Min Soo memberikan ritual pengenalan diri kepada keluarga Eun Young. Dia membungkuk dan berlutut di depan mereka semua, lalu berkata kalau dia akan menyapa semua keluarga Eun Young secara resmi.

“Aku Song Min Soo..”

Jin Chul dengan konyolnya bertanya pada Sun Ah apa itu yang harusnya dilakukan seorang pria ketika berkunjung pertama kali ke rumah gadis yang disukainya? Apa dia dulu juga melakukan hal itu? Sun Ah dengan santai mengingatkan suaminya kalau mereka ini masih bertengkar jadi jangan sok baik padanya.

Min Soo heran menatap pertengkaran kecil itu, tapi Na Ra menjelaskan kalau dia selalu mengajari anak-anaknya untuk jujur, jadi ya mereka seperti itu, selalu mengatakan apa yang mereka rasa tanpa peduli situasi dan kondisi.
Eun Young kasihan melihat pacarnya ada di lantai seperti itu, kemudian dia meminta pada ayahnya apa Min Soo sudah boleh duduk bersama dia disini?
Dae Ho menjawab tentu saja.


Dae Ho tiba-tiba bertanya bagaimana dengan orang tua Min Soo? Eun Young kemudian berteriak memanggil Ayahnya seolah mengingatkan ayahnya agar tak menanyakan hal itu. Dae Ho pun dengan lucunya menutup mulut seolah dia hanya bercanda saja tadi.

Na Ra kemudian bertanya apa makanan yang Min Soo suka? Dia dengar Min Soo pandai memasak, dia jadi gugup harus memasak untuk Min Soo. Min Soo menjawab sopan kalau apapun yang Na Ra masak,dia pasti suka. Dia juga berkata jika diberi kesempatan dia akan memasak untuk mereka semua. Eun Young tersenyum dan memuji pacarnya yang pintar memasak, lalu Eun Young menggelayut manja di lengan Min Soo. Membuat Min Soo merasa tak enak. Min Soo kemudian membisikkan di telinga Eun Young kalau mereka sedang berada bersama orang tua. Jadi jangan seperti ini.

Na Ra menjawab dia suka sikap Min Soo yang seperti itu. Min Soo tersenyum dan bilang kalau dia juga suka dengan Na Ra. Na Ra pun memberitahu kalau Min Soo sudah mendapat tiket kelulusan untuk ke rumah mereka, jadi sering-seringlah berkunjung setelah ini.

“Karena istriku menyukaimu, maka aku juga menyukaimu” ucap Dae Ho.

Min Soo dan Eun Young pun saling menatap dan tersenyum bahagia. Rintangan pertama telah sukses mereka lalui.

[***]

Pagi ini, Madam Choo seorang diri karena Jae Hak yang sedang ke China untuk urusan bisnis. Dia melangkahkan kaki ke dapur untuk sarapan, tapi tiba-tiba dia merasa sakit di pundaknya. Badannya juga terasa lemas, membuat Madam Choo bergumam heran kenapa sejak kemarin dia merasa seperti ini?

Madam Choo membuka kulkas dan kembali berkata kalau dia sebenarnya ga suka sarapan yang dingin. Namun, tiba-tiba sakit itu kembali terasa. Madam Choo mengernyit dan memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Makanan yang diambilnya di kulkaspun jatuh karena dia harus menahan tubuhnya yang berat agar tak ambruk ke lantai. Karena tak kuat, akhirnya Madam Choo tergelatak tak sadarkan diri di lantai dapur rumahnya. Tanpa ada seorangpun yang tahu.

[***]

Eun Young heran melihat Min Soo hanya diam saja setelah pertemuan dengan orang tuanya tadi. Diapun bertanya ada apa? Min Soo menjawab, seperti yang Eun Young bilang, Eun Young benar-benar memiliki kehidupan yang baik. Keberkahan dan keberuntungan menyelimuti hidup Eun Young. Eun Young tersenyum dan menjawab, sekarang Min Soo sudah masuk ke dalam kehidupannya yang penuh berkah itu.

Eun Young kemudian tiba-tiba berhenti dan meminta Min Soo diam dan melihat saja. Dia lalu menarik nafas dalam, memejamkan dan dengan kedua tangan seolah memindahkan sesuatu dalam dirinya ke dalam diri Min Soo sambil berteriak “Terimalah keberuntunganku..”

Min Soo tertawa geli melihat tingkah lucu Eun Young. Mereka pun melanjutkan langkah sambil terus bergandengan tangan dan tersenyum bahagia. Eun Young bilang dia akan mengenalkan Unninya yang hebat pada Min Soo. Dia bahkan merasa seolah selalu dibandingkan dengan Unninya itu.


Min Soo menjawab baginya Eun Young lebih baik daripada Unni Eun Young itu. Eun Young tersenyum senang dan bertanya benarkah? Min Soo juga bilang kalau Eun Young sangat cantik.

“Aku memiliki tubuh yang besar seperti ayahku. Tapi Unniku seperti ibu, sehingga Unni ku tubuhnya kecil dan bagus.”

Eun Young kemudian menarik tangan Min Soo untuk mengikutinya. Kini mereka ada di sebuah kaca besar di jalan, dan melihat wajah mereka disana. Eun Young bertanya, mereka terlihat mirip kan?

“Aku tidak yakin.” Jawab Min Soo

“Aku rasa hidung kita sama. Sama besar.”

Min Soo menjawab hidung Eun Young lah yang besar. Kemudian Min Soo bertanya kenapa Eun Young sangat ingin terlihat sama? Eun Young menjawab kalau ini karena Min Soo selalu berkata tentang takdir. Dia hanya ingin mereka menjadi takdir, sehingga mereka terus bersama. Bukankah itu dramatis dan mengangumkan?

[***]

Jae Hak menghubungi Mi Kyung setelah mendengar ibunya masuk RS. Mi Kyung sendiri sudah ada di RS karena tadi dia dihubungi oleh sekretaris Jae Hak yang memang ditugaskan Jae Hak untuk selalu melihat ibunya tiap pagi di rumah.
Jae Hak berkata pada Mi Kyung kalau dia sedang dalam perjalanan menuju RS sekarang. Jae Hak pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada Mi Kyung.

“Aku tidak melakukannya untuk mendengarmu mengucapkan terima kasih padaku. Aku telah tinggal bersama ibumu selama lebih dari 20 tahun. Jadi aku hanya tidak bisa mengabaikan ibumu.”


Mi Kyung sampai di kamar ibu mertuanya di rawat. Disana sudah ada sekretaris Jae Hak yang sedari tadi menunggui Madam Choo. Mi Kyung mendekat dan memandangi ibu mertuanya dengan raut wajah cemas. Dia berharap tak ada sesuatu yang buruk terjadi pada ibu mertuanya ini.

[***]

KOMENTAR :

Oke…Pagi kemarin aku sangat jengkel sama satu FP di Fesbuk yang super duper ngeselin. FP itu dengan santainya copas sinop yang aku bikin dan di share di FP tersebut. Memang sih, dibawah sinop ada link ke blog aku. Tapi kesannya copas benget gitu.
Jengkel?
Iyalah..
Mungkin dikiranya tulisan yang diposting itu memang diciptakan untuk di copas kali ya..?
Atau mungkin pada mengira nulis sinop itu gampaaannng…cuma lihat film,,terus nulis deh..posting..dan selesai.
Heellloo…bisa-bisanya mikir begituan..?

So, readers..tolong yaa…kalau mau ngesare sinop..cukup link nya aja, jangan isi tulisannya yang di copas, trus dibawahnya disempilin link asli..
Itu sama saja ga menghargai.

Dan juga..untuk readers..daripada ngelike itu akun FP,,mending kalian follow twitterku, atau Add Fb ku..atau akun G+ ku yang mana disana apdet sinopnya ada kok..jadi ga usah ribet-ribet..hihihi.
Maaf ya aku jadi malah ngomel-ngomel, dan bukannya ngomentarin drama ini.
Keselnya lo,,udah ngelebihi panjangnya sungai Han..*loh..apa-apaan ini?
Hihihi..

Buat para readers yang kemarin juga mau dengan suka rela membantu, peluk cium untuk kalian satu-satu..^^
Jujur terharu banget waktu kalian ngebelain para pembuat sinop asli..dan menentang copasser.
Saluut untuk kalian semua..
Kalian jugalah yang membuat aku tetep aktif nulis sinop..tapi copaser seperti merekalah yang membuat mud hilang seketika..
Hihihi..

Semangat untuk kalian yang bisa terus membaca di blog penulisnya asli..:*
(Sini dicium satu-satu..jangan pada lari yaa..hihihi)

Sinopsis Emergency Couple Episode 1 Part 2

Nhieshe
10 Comments
Monday, January 27, 2014
[Sebelumnya di episode 1 part 1]




Episode 1 part 2

Enam tahun kemudian.

Seorang pria tampan terlihat sedang merapikan dirinya, mengenakan jasnya dan berkaca sebentar melihat apakah dia sudah rapi atau belum? Walau sedikit gugup, namun pria itu memantapkan langkahnya. Dia adalah Oh Chang Min.

Chang Min menyemangati dirinya, karena kali ini dia akan bernyanyi di pernikahan temannya. Saat Chang Min sudah masuk ke ruang pesta, Chang Min masuk dengan cara yang membuat hadirin terpana, pastinya mereka terpana karena ketampanan Chang Min, yang tiba-tiba nongol menggunakan lift dan berdiri dihadapan mereka semua.

[***]

Sementara di lobi gedung, terlihat dua orang wanita yang dengan cemas menunggu teman mereka yang di pernikahan ini akan bermain piano. Sepertinya mempelai wanita adalah teman ketiga wanita itu. Salah satu diantara ketiga wanita tersebut adalah Oh Jin Hee. Jin Hee yang baru keluar lift sudah diserbu kedua temannya. Mereka mengomel kenapa Jin Hee begitu lambat? Jin Hee menjawab kalau dia kesulitan mencari tempat parkir.

[***]

Di dalam ruang pesta, Chang Min masih terlihat gugup, berkali-kali dia menghembuskan nafas mencoba menghilangkan nervousnya. Chang Min pun mulai memperkenalkan diri, dan menjelaskan kalau dialah yang akan menyanyi untuk pasangan yang menikah hari ini.

Tanpa disadari Chang Min, Jin Hee masuk diam-diam dan Jin Hee sendiri yang sedang panik karena terlambat tak mendengar saat Chang Min memperkenalkan diri, hanya kedua teman Jin Hee lah yang terkejut ketika melihat Chang Min yang sedang berdiri di depan para tamu. Chang Min, mantan suami teman mereka.


Chang Min kembali menjelaskan kalau mempelai pria adalah teman sekamarnya sewaktu mereka sama–sama belajar di AS. Dia pun mengucapkan selamat untuk pernikahan temannya yang ternyata bernama Yoo Sang Chul.

Jin Hee sampai juga di belakang piano, dialah pianis untuk pernikahan ini yang akan mengiri sang penyanyi. Sampai detik ini Jin Hee tetap tak menyadari kalau dia akan mengiri mantan suaminya.
Chang Min pun menjelaskan kalau hari ini, teman pengantin pria dan teman dari pengantin wanita akan tampil bersama.

Saat Jin Hee sudah melepas mantelnya, dan merasa siap untuk tampil, dia melihat kedepan. Melihat siapakah yang akan menyanyi kali ini.? Dia sedikit terkejut karena sepertinya dia sudah tak asing dengan laki-laki di depannya ini.

Chang Min kembali berkata kalau kali ini dia akan menyanyikan lagu Its Fortune, karena dia merasa Sang Chul sangat beruntung bisa menikah. Tapi dia berubah pikiran, dan akan menyanyikan lagu To The Bride, karena ternyata pengantin wanitanya sangat indah.

Jin Hee yang dari tadi cuma menatap punggung si penyanyi semakin yakin saat mendengar suara itu. Dia kenal dengan sang pemilik suara.


Jin Hee syok, tak menyangka setelah 6 tahun berpisah akan bertemu dengan Chang Min di momen seperti ini. Chang Min menoleh kebelakang dan bertanya pada pianis, bisakah pianis memainkan lagu yang dia sebutkan tadi.? Jin Hee secara reflek menyembunyikan wajahnya. Dia mengutuk pelan akan situasi tak menyenangkan ini.


Chang Min heran dan berkata dia ga meminta pianis untuk memainkan Mozart atau jenis music lainnya. Akhirnya Jin Hee mau menunjukkan dirinya, walau dia masih menutupi setengah mukanya dengan rambut. Tapi, akhirnya mau tak mau Jin Hee harus menunjukkan wajahnya, diapun dengan sangat enggan menyibakkan rambut dan menatap pada Chang Min. Terkejutlah Chang Min saat melihat sang pianis adalah mantan istrinya.

[***]

Kini, Jin Hee dan kedua temannya menikmati makanan mereka bersama. Jin Hee terlihat kesal walau dia sudah berusaha menyembunyikannya, dia pun mengejek Chang Min yang penampilannya sangat buruk tadi. Kedua teman Jin Hee beranggapan lain, mereka berkata kalau suara Chang Min sangat bagus.
Jin Hee menyahut, itu bagus kalau si penyanyi bisa hidup sesuai dengan lirik lagu yang dinyanyikan tadi. Tapi nyatanya kan tidak.

[***]

Chang Min sendiri tak kalah kesalnya, dia keluar dari ruang pesta dan disusul Sang Chul yang bertanya apa Chang Min ga mau makan dulu? Chang Min menjawab selera makannya sudah hilang. DIa kemudian menatap Sang Chul dan bertanya, bagaimana bisa Sang Chul membiarkan seorang janda menjadi pianis untuk pernikahan Sang Chul hari ini?
Sang Chul menjawab, memangnya Chang Min bukan duda. Chang Min mau membela diri, tapi ga jadi. Diapun bergegas pergi.

[***]

Ketidak beruntungan Chang Min kembali berlanjut, kali ini di tempat parkir. Chang Min kesal karena sebuah mobil parkir sembarangan dan menghalangi mobilnya untuk keluar. Dia pun menelpon sang pemilik mobil, yang nomernya memang tertera di mobil itu.
Ternyata Oh Jin Hee lah sang pemilik mobil dan Chang Min terkejut saat mendnegar suara Jin Hee. Begitupun sebaliknya

Chang Min masih menyebut Jin Hee bodoh, dan menyuruh Jin Hee segera memindahkan mobil Jin Hee. Chang Min tak lupa menendang bagian depan mobil Jin Hee karena kesal. Jin Hee diseberang sana juga menahan amarahnya atas sikap dan kata-kata Chang Min.


Setelah sampai di tempat parkir, Chang Min menyuruh Jin Hee untuk segera menyingkirkan mobil sialan milik Jin Hee ini. Jin Hee bertambah kesal karena Chang Min berani menyebut mobilnya, mobil sialan.
“Kau yang mobil sialan dalam hidupku.”

Chang Min tak terima dan langsung mengeluarkan semua hal jelek Jin Hee yang dia tahu. Jin Hee bahkan gagal dalam tes mengemudi sebanyak tiga kali.
Jin Hee muak dan bilang, kalau cara bicara Chang Min masih saja kasar seperti dulu. Jika Chang Min di Amerika, kenapa harus kembali. Disana saja selamanya.

“Apa begitu bangga menjadi seorang janda dan muncul diacara pernikahan temanmu?” ejek Chang Min pedas.

“Kau tak perlu datang ke pernikahan atau pemakaman temanmu, karena kau pembawa sial” balas Jin Hee tak mau kalah.

Saat Jin Hee melepas mantelnya, Chang Min terkejut melihat gaun yang Jin Hee kenakan. Diapun menunjuk gaun itu sambil mendekati Jin Hee. Jin Hee yang awalnya belum sadar, melihat ke gaunnya dan akhirnya mengerti maksud Chang Min. Diapun malu, dan menutup gaun yang dia pakai dengan kedua tangannya. Sementara itu, Chang Min tertawa semakin mengejek. Dia berkata kalau ternyata Jin Hee belum membuang gaun itu.

“Itu pasti gaun terbaik yang kau punya selama hidupmu kan? Apa kau memakainya disetiap pernikahan yang kau datangi? Atau apa itu semacam seragam untukmu?”


Chang Min semakin gencar mengejek Jin Hee, dia bilang Jin Hee kan sudah tua, apa Jin Hee masih menganggur dan sampai ga mampu beli pakaian.? Seharusnya Jin Hee memiliki pakaian yang bagus diusia seperti sekarang.
Ji Hee kesal dan membelalakkan matanya didepan Chang Min.

Saat Chang Min menuju mobilnya, tepat saat ponselnya berdering. Diapun sengaja menerimanya dengan suara keras seolah memanas-manasi Jin Hee. “Hai, Krystal. Whatssup?”


Di sebuah restoran, terlihat Sung Suk (Park Jun Geum) yang merupakan ibu Chang Min, dengan saudara-saudaranya sedang makan malam bersama. Hanya Sung Suk saja yang terlihat tak tahu apa-apa ditengah perbincangan saudara-saudaranya seputar medis. Diapun dengan sembunyi-sembunyi mencari tahu lewat internet tentang penyakit yang disebutkan kakaknya tadi.
Sung Gil, bertanya kenapa Sung Suk yang datang, padahal kursi itu kan untuk Oh Tae Suk, suami Sung Suk?


Datanglah Chang Min yang menyelamatkan ibunya, dari serangan ejekan saudara-saudaranya itu. Sung Suk langsung menyuruh Chang Min duduk, dan Chang Min pun menyapa paman dan bibinya itu.
Sung Gil bertanya apa Chang Min akan magang di RS? Chang Min membenarkan. Sung Gil pun Min meminta agar Chang Min bisa melakukan yang terbaik, walau memang Chang Min sedikit telat, diumur sekarang tapi baru mau magang.

“Hanya sedikit telat katamu? Kau sangat telat malah. Apa kau tak tahu itu?” serang bibi Chang Min yang sangat tak suka pada Chang Min.

Sung Suk menatap kesal pada saudaranya itu, dia pun beralih pada Sung Gil, kakaknya. Dia meminta agar Sung Gil mau memasukkan Chang Min dalam pertemuan keluarga dan juga harus memperlakukan Chang Min sebagai doker mulai saat ini. Chang Min mengingatkan ibunya kalau dia baru magang saja sekarang ini.

Sung Suk dengan santainya bilang, magangnya kan magang sebagai dokter jadi apa bedanya? Dia mau mulai sekarang Chang Min duduk di kursi ayah Chang Min.
Yun Sung Mi, bibi Chang Min yang dari tadi selalu berkata pedas, menuduh Sung Suk ingin membuat RS yang dikelola Sung Gil diwarisi pada Chang Min karena Sung Gil kan ga memiliki keturunan.
Sung Suk kesal dan berkata kalau kalimat Sung Mi sudah keterlaluan menurutnya.

[***]

Malam ini di sebuah bar, Jin Hee terlihat sangat kesal, dia menarik-narik bagian bawah bajunya, seolah meluapkan kemarahannya. Jin Hee masih ditemani kedua temannya yang bertanya, ada apa? Jin Hee menjawab ga ada apa-apa kok.
Jin Hee memutuskan untuk minum dan teman Jin Hee mengingatkan agar Jin Hee ga mabuk, karena besuk kan Jin Hee sudah mulai bekerja.
Jin Hee menjawab jelas saja besok dia akan kerja,tapi Jin Hee tetap meminum anggurnya, dan menjadi semakin mabuk.

[***]

Pertemuan keluargapun usai, Sung Suk menggandeng putranya dan tersenyum bangga karena akhirnya Chang Min akan menjadi dokter. Tapi, kemudian Sung Suk berkata harusnya Chang Min dari awal mendengarkan dia, bukan malah menikah dengan perempuan itu. Jika Chang Min mendengarkan dia, maka Chang Min sudah jadi dokter sekarang ini.
Chang Min ga suka ibunya masih terus menerus mengingat hal itu, dia mau ibunya melupakan masalah tersebut. Sung Suk tersenyum dan bilang ini terakhir kalinya deh dia membicarakan masalah itu.

[***]

Oh Jin Hee begitu keras kepala, dia tak mendengarkan kalimat temannya yang meminta dia untuk tak terus menerus minum. Jin Hee menjawab, dia akan minum segelas lagi. Setelah itu selesai. Kemudian dengan berteriak jin Hee meminta bartender mengantarkan satu minuman untukknya, minuman yang paling keras yang membuatnya langsung tidur hanya dengan sekali teguk.

Selagi menunggu minuman yang dipesannya datang, Jin Hee curhat tentang kegagalan rumah tangganya yang bahkan belum mencapai setahun. Orang-orang pasti mengira dia adalah wanita gila. Jin Hee menjelaskan kalau Chang Min adalah orang yang egois.

“Jika itu hanya ibunya, aku masih bisa tahan, Tapi kenapa dia juga ikut-ikutan” curhat Jin Hee tentang Chang Min.

Datanglah minuman yang dipesan Jin Hee, minuman yang paling kuat. Dan saat menatap gelas kecil didepannya itu, wajah Chang Min yang sedang mengejeknya lah yang terlihat. Tersulut emosi, Jin Hee langsung menenggak minuman itu sekali teguk.
Bartender telat memberi tahu Jin Hee kalau minuman itu ga boleh langsung dihabiskan sekali minum.


Ambulans datang dan membawa Oh Jin Hee ke RS. Petugas mengabarkan ke RS kalau wanita yang bernama Oh Jin Hee pingsan setelah menenggak minuman keras, dengan denyut nadi 56 dan kejang setiap 5 menit sekali.Kedua teman Jin Hee panik sekali, dan takut Jin Hee meninggal.

[***]

Di RS, suster Choi berlari ke salah satu ruang, dimana disana ternyata seorang dokter terlihat sedang pulas tertidur. Dokter itu adalah Dokter Guk Chun Su (Lee Pil Moo).
Suster menjelaskan pada Dokter Guk kalau pasien kejang akan tiba ke RS 5 menit lagi. Dr Guk sama sekali ga bangun, tapi dia mendengar kalimat suster.

Setelah suster menutup pintu, Dr Guk mengambil ponselnya dan mengatur alarm agar berbunyi 5 menit lagi, lalu dia kembali terlelap.


Oh Jin Hee sampai di RS, dan sudah dipasangi berbagai alat di tubuhnya. Dr Guk masuk dengan tampang masih mengantuk.
Tapi saat dia sudah menangani pasien dia berubah menjadi Dr yang professional. Diapun meminta agar semua yang tak berkepentingan dibawa keluar.

Dokter disamping Chun Su menyarankan untuk menyiapkan 10 oksigen tapi Chun Su menolak. Dia berkata itu ga berguna, karena pasien ini sedang dalam keadaan terhambat. Jadi yang mereka butuhkan adalah pipa untuk jalan nafas atau Intubasi. Dokter satunya pun membuka mulut Jin Hee dan mengecek bagian dalamnya. Dia menjelaskan pada Chun Su kalau ada yang tertahan di mulut pasien.
Teman Jin Hee yang masih di dalam menangis dan membuat Chun Su kesal lalu meminta agar orang-orang itu disuruh keluar.


Saat Dr Guk akan mulai tugasnya menyelamatkan Jin Hee, tiba-tiba Jin Hee muntah, dan mengenai tangan Chun Su, untung saja sang Dr sudah memakai sarung tangan steril. Dr Guk membuka mulut Jin Hee untuk mencari jalan agar proses pemasangan pipa nafas berhasil, namun Dr Guk berkata kalau ada sesuatu yang menyumbat tenggorokan pasien sehingga sulit melihat dimana letak jalan nafas pasien.

Semua cemas, karena Oksigen pasien mulai menurun, sedang Dr Guk terlihat serius mencoba mengeluarkan apa yang menyumbat tenggorokan pasien. Dia tak mempedulikan semua suara disekitarnya. Dokter satunya berkata kalau mereka ga bisa menunggu lagi, dia pun menyuruh suster Choi mempersiapkan segalanya karena mereka akan operasi.

Salah satu staf disana mengeluh, apa mereka harus melakukan itu, melihat pasien masih muda, dan akan memiliki bekas luka di lehernya karena operasi. Dr Guk tak menjawab, dia konsentrasi pada tugasnya dan yakin kalau dia bisa mengambil sesuatu yang menyumbat itu.

Akhirnya, Dr Guk Chun Su berhasil mendapatkan sesuatu yang menyumbat tenggorokan Jin Hee. Ternyata sesuatu iu adalah kulit kerang.
Proses Intubasi pun sukses dilakukan, dan suster Choi lega karena akhirnya pasien tak memiliki bekas luka di leher karena pisau bedah.

[***]

Oh Jin Hee sudah tak kejang lagi, dia terlelap disalah satu bilik UGD, disana dia terlihat meracau dengan mata terpejam. Dr Guk melihat keadaan Jin Hee dan berkata kalau dia akan melepas pipa ini, dan setelah hitungan ketiga saat pipa terlepas, Jin Hee harus bisa bernafas sendiri. Begitu pipa terlepas, Jin Hee terbatuk sedikit, Dr Guk memeriksa lebih lanjut kondisi Jin Hee.
Tapi, tiba-tiba Jin Hee menampar Dr Guk dan berkata “Dasar laki-laki bajingan”

Tentu kalimat itu bukan untuk Dr Guk, melainkan untuk Oh Chang Min, yang bahkan masih masuk ke dalam alam bawah sadar Jin Hee saat ini.

Semua staf yang ada disana, kaget melihat Dr mereka ditampar seorang pasien mabuk. Tapi kaget itu berubah menjadi tawa tertahan begitu mendengar Jin Hee mengumpat.

[***]

Keesokan paginya, Chang Min sudah siap untuk tugas magangnya. Dia bertemu dengan temannya yang bernama Im Young Gyu (Yun Jong Hun).
Chang Min berkata kalau neraka akan dimulai sekarang. Young Gyu menjawab, bagaimanapun akhirnya mereka bisa mengenakan jas dokter, bukankah itu menyenangkan?

Saat itu Dr Guk sedang menunggu lift, tanpa sengaja dia mendengar seseorang yang berharap tidak ditempatkan di UGD untuk tugas magang kali ini. Orang itu tentu saja Oh Chang Min. Young Gyu bertanya memangnya UGD sangat sulit?

“Tentu saja, kau bisa menganggap orang-orang yang bekerja di UGD sebagai orang-orang yang menyerah untuk menjadi manusia. Tidak pernah pulang ke rumah setiap malam, dan seperti hantu.” Jelas Chang Min lebih lanjut.

Tapi kemudian kalimat Chang Min berubah, dia berkata sambil matanya menatap pada seorang wanita. Jika di UGD ada wanita seseksi itu, mungkin dia mau ditempatkan di UGD.
Saat itu berjalan seorang wanita seksi, dan cantik. Dialah Han Ah Reum (Clara)


Chang Min dan Young Gyu melongo saat menatap wanita seksi itu mendekat kearah mereka. Pakaian yang dikenakan Ah Reum benar-benar menggoda mata pria. Saat Ah Reum sudah ada di samping mereka, yang juga menunggu lift. Young Gyu berbisik pada Chang Min kalau wanita satu ini sangat menakjubkan.

Chang Min bertanya apa Young Gyu mau nomer wanita itu? Young Gyu tertawa apa Chang Min bisa mendapatkan nomer wanita seksi tersebut? Chang Min menantang Young Gyu, jika dia bisa mendapatkan nomer wanita itu, maka Young Gyu harus membantu tugasnya. Tiga tugas dalam satu malam, apa Young Gyu sanggup.? Young Gyu pun tak menolaknya.
Dr Guk masih melihat itu dari tempatnya berdiri, dia juga sedang menunggu lift, namun di tempat berbeda dengan Chang Min. Lift khusus staf sepertinya.

Chang Min mendekati si wanita seksi dan mencoba meminjam ponsel si wanita dengan alasan dia lupa membawa ponsel. Ah Reum tak curiga dan memperbolehkan Chang Min menggunakan ponselnya.
Chang Min langsung menghubungi Young Gyu yang memang ada di sekitarnya.
Young Gyu terkikik geli saat Chang Min berkata kalau Chang Min ada jadwal operasi sekarang. Jelas saja itu bohong, kan mereka masih magang. Young Gyu nenjawab dia juga sedang akan operasi sekarang. Chang Min pun menyebut bahwa Young Gyu adalah top dokter.


Ah Reum kemudian bertanya setelah Chang Min selesai menelpon.
“Apa kau residen disini?”
(Residen : dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis)

Chang Min hanya mengangkat bahunya seolah membenarkan pertanyaan Ah Reum namun tanpa kata-kata. Saat pintu lift terbuka, Chang Min menyuruh Ah Reum masuk duluan,karena dia masih ada urusan. Ah Reum pun tak menolak. Ketika pintu lift tertutup, dengan gaya lucunya Chang Min menatap Young Gyu, dia membentuk angka dua ditangannya, lalu menempelkan di dekat matanya.
*bingung? Lihat gambar dibawah ya…hihihi

Sementara itu Dr Gu yang akan melangkahkan kaki ke dalam lift menyebut Chang Min bajingan gila.

[***]

Di aula RS, dimana para dokter magang berkumpul. Young Gyu memuji Chang Min yang terlihat sangat tampan dengan jas dokter itu. Chang Min juga memuji Young Gyu yang memang pantas menggunakan jas dokter. Lalu mereka bertemu dengan teman yang mereka kenal, yaitu Park Sang Hyuk. Sang Hyuk juga magang dan dia langsung berjabat tangan dengan Young Gyu dan Chang Min.

Sang Hyuk mempekenalkan istrinya, Lee Young Ae pada Chang Min. sang Hyuk juga mengingatkan Young Ae kalau dia pernah bercerita tentang Chang Min yang merupakan legenda saat dikampus dulu. Young Ae tersenyum dan memperkenalkan dirinya pada Chang Min.

Young Ae sepertinya orang yang ceplas ceplos, dia bertanya langsung tanpa basa-basi pada Chang Min kenapa Chang Min menghilang tepat setahun sebelem kelulusan.?
Young Gyu malah menanggapi kalimat itu, dengan memberi tahu Young Ae, jika seorang pria menghilang sebelum kelulusan, itu pasti ada kaitannya dengan wanita.
Sang Hyuk mulai merasa ga enak, dia tahu Chang Min pasti ga suka diungkit-ungkit tentang masa lalu seperti ini.


Chang Min menyenggol Young Gyu dan Sang Hyuk menyenggol istrinya, agar mereka semua berhenti memojokkan Chang Min. Chang Min menjelaskan kalau saat itu dia ada sesuatu makanya ga bisa menyelesaikan kuliahnya. Kemudian pembicaraan dialihkan saat Sang Hyuk bertanya, Chang Min dan Young Gyu ada di tim berapa? Young Gyu menjawab kalau dia dan Chang Min ada di tim 4. Sang Hyuk dan Young Ae berkata kalau mereka juga ada di tim 4. Mereka pun tersenyum bersama, dan menganggap ini adalah takdir.

Ah Reum mendekat dan berkata kalau dia juga ada di tim 4. Young Gyu dan Chang Min mendadak salah tingkah karena tahu Ah Reum adalah wanita seksi yang di depan lift tadi. Ah Reum menatap Chang Min dan bertanya, kenapa ada seorang residen disini? Chang Min malu dan langsung menunjuk Young Gyu yang bersembunyi di balik badan besarnya Sang Hyuk. Chang Min bilang kalau Young Gyu menganggap Ah Reum imut.

Ah Reum kembali membuat kedua orang itu salah tingkah. Dia berkata apa Young Gyu yang dibilang Chang Min sebagai top dokter dan sekarang sangat sibuk melakukan operasi. Sang Hyuk dan Young Ae hanya menatap heran karena ga tahu kejadian sebenarnya.
Tapi, akhirnya Ah Reum tersenyum dan menunjukkan bahwa dia ga marah sama sekali dengan kejadian tadi, walau dia dibohongi.
*Iyalah, yang bohong cakep kayak gitu—lirik Jin Hyuk dong yaaa..


Penentuan pun dimulai, masing-masing tim menyuruh salah seorang maju untuk mengambil kertas yang menentukan dimanakah mereka akan bertugas. Tim 4 diwakili oleh Chang Min. Tim lain sudah mengambil dan giliran Chang Min yang mengambil kertas keberuntungan timnya.

Kertas itu jelas tertutup dan akan berisi dimana saja mereka nantinya ditempatkan saat magang ini. Chang Min sudah mengambil kertas dan langsung mendekati timnya yang tak sabar menunggu. Dia perlahan-lahan membuka kertas itu, dan melihat untuk bulan januari tim mereka akan bertugas di UGD. Chang Min membuka untuk bulan berikutnya yang ternyata juga ada di UGD. Bahkan sampai bulan maret tim 4 ada di UGD, dan di bulan terakhir tim mereka ada di bagian bedah umum.
Chang Min dan lainnya jelas kesal mendapat tugas di UGD tiga bulan berturut-turut.
Lee Young Ae bahkan karena sangat frustasi langsung menarik jas suaminya dan mengguncang-guncang tubuh Sang Hyuk yang gemuk itu.

“Oh My God, apa-apaan ini?!!”

[***]

Pagi yang berbeda dialami Jin Hee, dia masih terlelap tanpa sadar kalau pagi ini juga akan sangat mengejutkan baginya.

[***]

Sementara tim 4 mulai berjalan ke UGD dimana Sang Hyuk berkata pada Chang Min kalau ketua UGD terkenal dengan julukan IBLIS. Ketua UGD itu sangat baik dalam membuat orang yang hampir mati menjadi kembali hidup, tapi tak pernah mau mendengar pertimbangan orang lain.
Young Ae menambahkan keterangan suaminya, kalau tahun lalu ada dua orang yang kabur karena ga kuat dengan sang Iblis.

Chang Min menjawab untuknya UGD saja sudah sangat mengganggu, ditambah dengan adanya IBLIS jahat itu. Ah Reum menimpali, bukankah ketua UGD seumuran dengan Chang Min? Yang lain tertawa saat mendengar ejekan Ah Reum. Chang Min menjawab, kalau dulu dia ga putus ditengh jalan, maka sekarang dia juga sudah menjadi ketua.
Dokter datang dan menyuruh tim 4 untuk bergegas ke UGD karena ini darurat, tim 4 pun berlari menuruti perintah.


Sesampainya di ruang UGD, Chang Min dan lainnya malah hanya bengong melihat para staf yang sibuk mondar-mandir. Lalu datanglah Dr Guk Chun Su yang ditemani suster Choi. Suster Choi menjelaskan pda tim 4 kalau ini adalah Dr Guk. Dr Guk adalah ketua yang akan membimbing tim 4 saat magang.

Dr Guk menguap ketika Suster Choi sibuk menjelaskan. Kemudian dia berkata dia akan melihat hasil akhir untuk memutuskan apakah tim 4 adalah tim gagal atau tim yang berhasil atau malah tim yang mematikan?
Dia juga mengingatkan jika seorang diantara mereka ada yang dapet F, maka nilai semua ikut menjadi F.
Chang Min protes, tapi Dr Guk langsung berkata kalau kalimatnya adalah hukum di UGD ini, jadi ga ada yang bisa atau protes pada hukum yang sudah dia tetapkan.

Tiba-tiba Dr Guk menunjuk Chang Min dan bertanya sinis, apa Chang Min magang di RS ini hanya untuk mendapatkan nomer telepon seorang gadis cantik? Chang Min dan Young Gyu saling menatap dan malu sekali.

“Jika kalian membalas kata-kataku, memotong kalimatku, atau memutar mata saat aku sedang bicara, maka kalian akan mati. Mengerti?!!!”

Dr Guk beralih ke Ah Reum dan mengomentari pakaian Ah Reum yang menurutnya lebih cocok untuk ke pesta. Ah Reum pun menutup lehernya, dan berusaha menyembunyikan kerah bajunya yang berwarna kuning. Dr Guk menyuruh Ah Reum mengganti baju itu sebelum bekerja, Ah Reum pun tak membantah.


Oh Jin Hee yang masih terlelap di ruang UGD akhirnya membuka mata, dia belum sadar akan sesuatu yang sedang terjadi. Saat dia sadar, Diapun reflek bangkit dengan rasa terkejut yang luar biasa. Dia frustasi karena ini kan hari pertamanya magang, dan dia sudah telat.

Terdengar suara Dr Guk yang masih memberikan wejangan kepada tim 4.

“Ada tiga hal yang paling kubenci di dunia ini, pertama dokter magang yang memakai sol dan menyentuh tanah, kedua dokter magang yang heboh pergi berlari padahal ga tahu apa-apa, dan yang terakhir adalah staf magang yang telat. Jika kalian ketahuan telat, bahkan jika hanya satu anggota yang telat, maka itu sama saja dengan semuanya berakhir. Itu bukan hanya kematian biasa, tapi kematian yang sangat cepat.”

Dr Guk kembali menjelaskan kalau di UGD, dokter magang itu tak akan danggap manusia, Karena dokter magang di UGD adalah kelas yang paling rendah.

Dr Guk kenudian bertanya apakah dokter magang itu? Tim 4 menjawab kalau dokter magang adalah manusia dengan kelas yang paling rendah.
Dr Guk kurang puas, dan menyuruh tim 4 mengeraskan suara.

Di dalam bilik UGD, Jin Hee bertambah terkejut karena mendengar Dr Guk menyebut tentang dokter magang.
Diapun langsung berusaha melepas infusnya.


Kini, Dr Guk memanggil nama satu persatu dari mereka,dan tim 4 yang namanya disebut menjawab panggilan Dr Guk. Sampai tibalah dimana nama Oh Jin Hee keluar dari mulutnya Dr Guk. Chang Min yang paling kaget saat mendengar nama itu.

Di dalam bilik, Jin Hee juga terkejut mendengar namanya disebut. Dia semakin tak percaya saat melihat selimut RS yang dikenakan adalah RS dimana dia juga akan magang pagi ini.


Chang Min menenangkan dirinya dan berkata bisa saja itu Oh Jin Hee yang lain. Dr Guk mengira Jin Hee adalah Young Ae, namun Young Ae menjelaskan kalau dia bukan Jin Hee, namanya Lee Young Ae.
Kemudian Dr Guk menjelaskan tentang identitas Jin Hee yang lahir tahun 82 dan lulusan Universitas Hangook. Dr Guk menyuruh Suster Choi menghubungi Jin Hee dan menyampaikan pada Jin Hee agar ga usah datang sekalian. Dr Guk bahkan menyebut, telat dihari pertama benar-benar dokter magang yang bermental busuk. Lalu Dr Guk mencoret nama Oh Jin Hee.

Di dalam Jin Hee segera bergegas keluar, tapi dia malah membuat benda di dalam terjatuh dan membuat kegaduhan. Tim 4 melirik kearah suara. Mereka melirik ke dalam bilik itu. Terlihat sepasang kaki yang buru-buru memakai sepatu, dan dengan bergegas menampakkan wajahnya di depan semua. Dr Guk kaget, begitu juga Chang Min.

Jin Hee dengan rambut acak-acakan berkata “Oh Jin Hee disini. Aku sudah duluan disini.”

Lalu saat Jin Hee menoleh dia terkejut mendapati mantan suaminya ada di tengah-tengah mereka.
Merekapun sama-sama membelalakkan mata saat mereka bertatapan.


KOMENTAR :

Inikah takdir itu? Seperti apa kacaunya UGD ditengah mantan pasangan yang kerjanya hanya saling mengejek dan menyalahkan satu sama lain.?
Lee Pil Moo, keren ya, cocok jadi Dr Guk disini. Hihihi..
Aku kepincut deh sama Dr Guk Chun Su.

Agak panjang ya sinopnya? itu karena episode awal masih pengenalan dengan para karakter, dan aku selalu kesulitan di episode perdana seperti ini. Maaf ya..^^
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to: Comments (Atom)

NEXT PROJECT

** Pinncochio
(Duet Bareng LILIK)

** Mr. Baek
(Duet Bareng LILIK)

INFO

**Untuk pembaca Sinopsis Ayu Nhieshe, walaupun sekarang bukan Ayu yang menulis semoga tetap setia membaca sinopsis-sinopsis selanjutnya.

Arsip Blog

  • ▼  2015 (5)
    • ▼  April (2)
      • Sinopsis Heart to Heart Episode 1 Part 4
      • Sinopsis Heart to Heart Episode 1 Part 3
    • ►  March (3)
  • ►  2014 (351)
    • ►  November (24)
    • ►  October (34)
    • ►  September (36)
    • ►  August (32)
    • ►  July (38)
    • ►  June (28)
    • ►  May (32)
    • ►  April (36)
    • ►  March (41)
    • ►  February (20)
    • ►  January (30)
  • ►  2013 (193)
    • ►  December (32)
    • ►  November (21)
    • ►  October (9)
    • ►  September (15)
    • ►  August (16)
    • ►  July (24)
    • ►  June (18)
    • ►  May (9)
    • ►  April (15)
    • ►  March (12)
    • ►  February (13)
    • ►  January (9)
  • ►  2012 (17)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  January (7)
  • ►  2011 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (11)
    • ►  December (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)

Followers

Copyright 2014 nhieshe
Template By Ridwan Hex And Game Gratis