nhieshe

  • Beranda
  • Judul A-F
    • A NEW LEAF
    • BRIDE OF THE CENTURY
    • DOCTOR STRANEGR
    • EMERGENCY COUPLE
    • FATED TO LOVE YOU
  • Judul G-L
    • GAP DONG
    • GOD'S GIFT
    • HEART TO HEART
    • HIGH SCHOOL:LOVE ON
    • LIAR GAME
  • Judul M-R
    • MISAENG
    • MY LOVELY GIRL
    • MY SECRET HOTEL
    • MY SPRING DAY
    • ONE WARM WORD
    • Pinnochio
    • PRETTY MAN
  • Judul S-Z
    • SCHOOL 2013
    • SHARK
    • SHOCKING SCANDAL
    • SURPLUS PRINCESS
    • TWO WEEKS
  • MY TWITTER
  • MY FACEBOOK
  • MY GOOGLE+
Home → Semua Post

Sinopsis One Warm Word Episode 15 Part 2

Nhieshe
5 Comments
Sunday, February 02, 2014
[Sebelumnya di episode 15 part 1]




Jae Hak tetap menemani Mi Kyung saat datang ke rumah Min Soo. Dia mengetuk pintu namun tak ada sahutan dari dalam. Jae Hak pun mengira Min Soo mungkin sedang tidur. Mi Kyung melihat laci meja yang ada diluar dan ternyata ada kunci di dalamnya, itu berarti Min Soo tak dirumah. Diapun memberi tahu Jae Hak kalau Min Soo ga ada di rumah, jadi berhentilah mengetuk.

Jae Hak yang heran bertanya sendiri, kemana kira-kira tempat di dunia ini yang akan di datangi Min Soo? Mi Kyung tak menjawab, dia hanya berkata sambil membelakangi Jae Hak, agar Jae Hak pulang saja, dia akan menunggu Min Soo disini sampai Min Soo pulang.
Jae Hak berkata kalau dia hanya ingin membuat Min Soo lebih baik, tapi ternyata hasilnya malah berantakan seperti ini?

Mi Kyung tiba-tiba bilanh “Bahkan jika kau pria yang tinggal di tempat seperti ini, akankah aku bisa menyukaimu? Aku rasa aku tidak akan menyukaimu. Aku rasa tipe wanita seperti itulah aku. Jika kau adalah pria lusuh, maka aku pasti tidak akan menyukaimu. Apa kau kecewa mendengarnya?”

“Tidak” jawab Jae Hak.

“Wanita mana yang ingin hidup dengan pria yang lusuh? Tidak ada alasan bagiku untuk mengkritikmu.” Lanjut Jae Hak.

Mi Kyung pun bilang sepertinya apa yang psikiater katakan adalah benar. Jae Hak terkejut mengetahui Mi Kyung menemui psikiater. Mi Kyung kemudian menjelaskan apa yang psikiater katakan padanya.

“Dokter itu bilang, dalam rangka menahan penderitaan ini, aku menggunakan masa kanak-kanakku yang menyedihkan sebagai alasan. ”

Jae Hak menjawab jujur bahwa dia ga terlalu tahu tentang masa kanak-kanak Mi Kyung. Mi Kyung berkata apa dia harus menceritakan dengan bangga masa kanak-kanaknya itu? Lagipula dia juga ga ingin menceritakan hal itu pada Jae Hak.

Mi Kyung kemudian berbalik dan menatap Jae Hak, lalu dia berkata kalau Jae Hak harus berterima kasih pada ibu Jae Hak. Jae Hak bisa menjadi diri Jae Hak sekarang karena ibu Jae Hak mengambil alih semuanya.
Ibu Jae Hak sangat berarti baginya, karena ibu Jae Hak mengerti keinginan wanita seperti dia.
Jae Hak bingung dan bertanya apa maksud Mi Kyung?

Mi Kyung kembali membelakangi Jae Hak, dia sudah mulai hampir menangis. Mi Kyung kemudian berkata kenapa dari semua orang, Eun Young lah yang menjadi adik wanita itu? Kenapa Eun Jin tumbuh dalam keluarga seperti itu dan akhirnya berhubungan dengan Jae Hak. Sekarang dia akhirnya menyerah dari fantasinya tentang orang-orang dari latar belakang baik yang tentu akan memiliki kehidupan baik juga.

[**]

Na Eun Young sudah ada di rumahnya dan langsung mengirim SMS pada Min Soo. Eun Young menanyakan bagaimana keadaan bos Min Soo? Dia cemas dan menunggu balasan, tapi ternyata begitu ponselnya bergetar bukan Min Soo yang menelponnya, tapi Hyungbunya.
Sung Soo mengajak Eun Young keluar dan Eun Young menyanggupinya.

[***]

Kini, Sung Soo dan Eun Young sudah duduk berhadapan. Melihat Sung Soo hanya diam saja, padahal mereka sudah 10 menit duduk di tempat ini membuat Eun Young bertanya kenapa Sung Soo hanya diam, katakan saja apa yang ingin Sung Soo katakan.
Sung Soo kemudian bertanya apa benar Eun Young ingin menikah dengan Min Soo?

Eun Young membenarkan dan menjelaskan untuk itulah dia mengenalkan Min Soo pada Hyungbu dan Unninya, karena dia memang ingin menikah dengan Min Soo. Eun Young bertanya heran, kenapa memangnya, apa Hyungbu ga suka pada pacarnya? Sung Soo menjawab tegas bahwa dia ga menyukai Min Soo.

Eun Young heran dan bertanya bagaimana bisa? bukankah Hyungbu dan Min Soo baru saja bertemu? Terlebih Sung Soo juga yang menyetujui pertemuan ini. Lalu Eun Young melanjutkan kalimatnya, bahkan jika Sung Soo ga suka dengan Min Soo, Sung Soo ga bisa melarangnya, dia ga pernah ikut campur dengan urusan Sung Soo dan Eun Jin, jadi dia ingin Sung Soo juga ga ikut campur dengan masalahnya. Biar dia yang mengurus semua sendiri.

Sung Soo berkata mengingatkan Eun Young tentang kejdian di UGD. Bukankah saat itu Eun Young juga ikut campur dengan urusannya? Eun Young tertunduk mengaku salah dan langsung minta maaf pada Sung Soo. Sung Soo juga mengingatkan Eun Young bahwa ini adalah tentang membangun sebuah keluarga, jadi Eun Young harus benar-benar memikirkannya.

Eun Young menjawab dia tahu itu, makanya dia memilih Min Soo. Min Soo adalah pria baik, yang mampu membuatnya ikut menjadi baik. Bukankah keluarga dibangun karena adanya hubungan antara suami dan istri. Pondasi dasar sebuah keluarga juga terjadi karena ikatan antara suami dan istri tersebut, jadi dia tetap akan membangun keluarganya. Eun Young tahu ga akan ada lagi yang bisa dibicarakan, dia begitu kesal dan memilih untuk pergi saja.

[***]

Begitu Eun Young sampai di rumah, Min Soo menelponya dan Eun Young tentu senang. Dia bertanya apa tadi Min Soo menerima SMS yang dia kirimkan? Min Soo menjawab iya dia menerimanya. Eun Young mengajak Min Soo ketemu sekarang juga, namun Min Soo menolak dan bilang besok saja mereka ketemunya. Ada sesuatu yang harus dia katakan pada Eun Young.

Eun Young penasaran dan bertanya sesuatu apa itu? Min Soo tak menjawab dan Eun Young bilang ini adalah pertama kalinya dia marah-marah sama Min Soo. Min Soo hanya bisa meminta maaf. Dia tak berkata banyak, tidak ingin tepatnya.
Eun Young bertanya apa dipertemuan pertama tadi Min Soo langsung ga menyukai kakak dan kakak iparnya? Min Soo menjawab bukan begitu. Pokoknya dia besok akan menemui Eun Young.

Setelah telepon usai, Eun Young menatap ponselnya seolah itu adalah Min Soo, dia lalu berkata “Kau bilang kau mencintaku, tapi kenapa kau seperti ini? Jika kau mencintaiku, lalu apa masalahnya? Kita hanya perlu untuk terus saling mencintai. Kenapa kau seolah melangkah mundur dan membuatku takut.?”

[***]

Jae Hak mengantarkan Mi Kyung sampai di Officetel. Mi Kyung sudah masuk, namun Jae Hak menekan bel dan Mi Kyung pun keluar sambil bertanya ada apa lagi?
Jae Hak berkata jujur bahwa sangat aneh untuknya mengantar Mi Kyung kesini dan kemudian dia pergi sendiri?
Mi Kyung juga menjawab bahwa ini juga aneh untuknya.

Jae Hak pun bertanya lalu kenapa mereka harus seperti ini? Mi Kyung jujur berkata dia juga ga tahu, bukankah Jae Hak pintar, jadi cobalah Jae Hak menjelaskan padanya, kenapa semua jadi seperti ini? Tapi yang jelas dia rasa dia ga akan pernah bisa kembali ke rumah Jae Hak lagi. Apapun alasannya.
Jae Hak menatap kecewa dan tak mampu menjawab, dia hanya berkata agar malam ini Mi Kyung tidur yang nyenyak.
Setelah Mi Kyung menutup pintu Officetelnya, Jae Hak masih tertegun menatap pintu yang tertutup itu. Dia terdiam sangat lama. Hatinya sangat hampa tanpa Mi Kyung disisinya.


Di dalam Officetel, Mi Kyung langsung menghubungi Min Soo, yang mana nomer Min Soo tak aktif. Tapi kemudian masuklah pesan untuk Mi Kyung dari Min Soo yang berkata bahwa Min Soo hari ini hanya ingin tidur. Jadi Mi Kyung ga perlu mengkhawatirkannya.

Mi Kyung teringat lagi malam itu, Min Soo berkata bahwa Min Soo sangat mencintai Eun Young dan ingin menjadi bagian dari keluarga Eun Young yang begitu hangat. Mi Kyung juga teringat akan kalimat Min Soo yang bilang bahwa Min Soo selalu kehilangan apa yang Min Soo mau, sehingga Min Soo sangat takut mengharapkan Eun Young, walau Min Soo sangat ingin.

Mengingat itu membuat Mi Kyung menangis, diapun sangat bersedih. Sedih dengan hidup yang dialami adiknya. Dia sangat ingin menciptakan keluarga untuk Min Soo, karena sedari kecil Min Soo ga pernah mendapatkannya. Dia ingin mewujudkan keinginan Min Soo, tapi kenapa semua malah seperti ini?

[***]

Malam ini, setelah sampai di rumahnya. Min Soo tak segera masuk ke dalam, dia berdiri dan berkata “Aku mencintaimu, Eun Young”

[***]

Eun Jin yang selesai mencuci piring, di telepon ayahnya. Dae Ho ditemani Na Ra di kamar bertanya apa Eun Jin sudah ketemu sama Min Soo?
Eun Jin menjawab iya. Dae Ho bertanya lagi, lalu apa Eun Jin menyukai Min Soo?
Eun Jin menjawab, yang terpenting Eun Young menyukainya, jadi ga ada alasan untuk dia tak menyukai Min Soo.

Eun Jin tahu ibu ada di samping ayahnya sehingga dia mau ayah memberikan telepon itu pada ibu. Dae Ho memarahi istrinya yang tadi berbisik-bisik menyuruhnya tanya ini dan itu, Eun Jin jadi tahu dan ingin berbicara langsung dengan Na Ra.

Setelah telepon ada di tangan Na Ra, Eun Jin berkata kalau ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Na Ra. Na Ra tahu itu adalah sesuatu yang buruk, karena dia paham dengan nada suara putrinya, Na Ra pun bertanya ada apa sebenarnya? Eun Jin hanya menjawab bisakah dia bertemu ibunya besok?
Na Ra pun setuju.


Ibu Sung Soo sudah mengepak pakaiannnya, karena besok pagi dia akan kembali ke desa. Yoon Jung menemani neneknya, dan nenek bertanya apa Yoon Jung ga suka berbagi kamar dengannya? Yoon Jung menjawab dia suka kok. Lalu nenek bertanya lagi, apa mereka harus berbagi kamar selamanya? Yoon Jung tersenyum dan bilang dia menyukai ide itu. Nenek mengelus rambut Yoon Jung dan memeluk Yoon Jung dengan sayang.

Masuklah Eun Jin, yang berkata biar dia saja yang mengurus pakaian ibu mertua. Eun Jin pun meminta agar Yoon Jung gosok gigi dulu.
Steelah hanya berdua, Eun Jin meminta agar ibu mertua tetap tinggal disini, karena sebulan lagi mereka harus kembali ke RS untuk kontrol. Ibu mertua ga mau, dan beralasan dia harus membual pada teman-temannya kalau dia sudah bisa berjaan tanpa rasa sakit.

Eun Jin kemudian bertanya kenapa ibu mertua selalu menolak setiap mau dibelikan ponsel? Ibu mertua menjelaskan kalau dia sudah tua, dan sulit untuknya belajar sesuatu yang baru.
Tiba-tiba Eun Jin meminta maaf karena dia sepertinya ga bisa melakukan sesuatu yang baik untuk ibu mertua walaupun dia sudah berusaha untuk itu.

Ibu mertua menjawab, bukankah Eun Jin bisa terus mencoba? Kenapa jadi khawatir dan bicara hal-hal tak berguna seperti ini. Eun Jin terpana mendengarnya, dia tak tahu bagaimana harus menjelaskan apa yang terjadi pada ibu mertuanya. Diapun hanya mampu menunduk.

[**]

Eun Young mondar mandir di rumahnya dengan gelisah, dia akhirnya menghubungi Eun Jin. Eun Jin yang masuk ke kamarnya memberanikan diri menerima telepon dari Eun Young. Eun Young berkata sebenarnya dia ga ingin menghubungi Eun Jin, tapi dia tak bisa menunggu lagi. Dia ga suka dengan sikap Hyungbu, yang berkata tidak menyukai Min Soo hanya setelah melihat Min Soo dan belum mengenal Min Soo lebih jauh. Apa seperti itu dibenarkan?
Eun Jin kaget dan bertanya apa Eun Young baru saja bertemu dengan Sung Soo?

Eun Young yang berapi-api membenarkan hal tersebut, dia kemudian menyalahkan Eun Jin yang bahkan tak menelponnya, padahal tadi Eun Jin lah yang meninggalkannya. Eun Jin hanya mampu meminta maaf.
Eun Young dengan konyolnya berkata “Apa menjadi tampan seperti Min Soo sangat berdosa, sehingga hanya dengan melihat wajah tampannya, maka semua berkata tidak suka.? Wajahnya memang tampan, tapi dia juga memiliki sikap yang baik.”

Eun Jin menjawab dia tahu itu kok. Eun Young masih marah dan bilang, jika Unni dan Hyungbu bercerai, bukankah itu berarti dia dan Sung Soo akan menjadi orang asing, tapi kenapa Sung Soo ikut campur dalam kehidupannya? Eun Jin mengingatkan Eun Young bahwa bagaimanapun Sung Soo ayahnya Yoon Jung.
Dia tahu Eun Young kesal, tapi jangan berkata sesuatu secara sembarangan.
Eun Young menyesal dan meminta maaf. Tapi dia benar-benar kecewa. Bukan saja pada Sung Soo dan Eun Jin, tapi juga pada Min Soo. Min Soo bahkan mengabaikannya dan tidak menghiburnya hari ini.

Eun Jin menyuruh Eun Young untuk istirahat saja, Eun Young menjawab kesal, bagaimana bisa dia beristirahat sedang suasana hatinya sedang kacau?


Sung Soo pulang ke rumah, dan Eun Jin langsung menghadangnya. Melihat Eun Jin melipat tangan di dada, Sung Soo tahu Eun Jin sedang kesal. Eun Jin bertanya apa benar Sung Soo menemui Eun Young? Eun Jin juga berkata dia ingin bicara dengan Sung Soo namun tidak disini. Dia bertanya apa Sung Soo tahu tempat dimana mereka bisa bicara tanpa didengar orang?

[***]

Kini, Eun Jin dan Sung Soo sudah ada di dalam mobil. Eun Jin langsung bertanya apa Sung Soo menemui Eun Young dan berkata bahwa Sung Soo ga suka pada Min Soo? Sung Soo membenarkan. Eun Jin bertanya kenapa Sung Soo mengatakan hal itu?
Sung Soo menjawab dia hanya ingin Eun Young mempersiapkan diri ketika hubungan Eun Young dan Min Soo berakhir, dia yakin setelah Eun Young mengetahui semuanya, maka Eun Young dan Min Soo akan putus.

Eun Jin kesal dan bertanya tapi kenapa harus mengatakan hal seperti itu, seharusnya Sung Soo membiarkan saja.
Sung Soo tak kalah marah dan berteriak, kalau ini juga bukan murni salah Eun Jin, wanita itu (Mi Kyung) bahkan berniat membunuh mereka dengan kasus tabrak lari itu.
Eun Jin meminta Sung Soo ga membesar-besarkan masalah, dan sekarang ga penting untuk mengetahui siapa yang salah. Kenapa Sung Soo ga bisa mengerti akan rasa sakit yang diterima Eun Young jika mengetahui hal ini?

Sung Soo malah terus membicarakan hal berbeda, dia berkata kalau sepertinya Eun Jin membela keluarga itu (Keluarga Jae Hak). apa ini artinya setelah mereka bercerai, Eun Jin akan menikah dan hidup dengan laki-laki itu?
Eun Jin kesal dan bilang dia hanya mencintai Sung Soo apa adanya, dan dia ga pernah sedikitpun memimpikan memiliki masa depan dengan Jae Hak bahkan ketika dia dan Jae Hak bertemu pertama kali.

“Cinta? Apa aku harus mempertaruhkan seluruh hidupku untuk itu? Aku tidak ingin melakukannya lagi” jelas Eun Jin.

Eun Jin menjelaskan kalau dia hanya ingin hidup sendiri setelah bercerai. Dia sudah tak menginginkan cinta antara lawan jenis, jika dia harus mempertaruhkan seluruh hidupnya seperti saat dia mencintai Sung Soo. Sekarang tujuannya hanya ingin membesarkan Yoon Jung. Itu saja.

Eun Jin mulai menangis, dia tahu ini salahnya tapi kenapa ini semua bertambah sulit untuknya? Ini tidak harus mengenai hidup adiknya. Apa yang harus dia katakan pada ayah dan ibunya. Dia begitu takut. Dia tentu akan mematahkan hati ibu dan ayahnya lagi, dia akan membuat kecewa orang tua dan adiknya.
Dia tidak ingin Sung Soo ikut campur, karena setelah mereka bercerai maka Sung Soo bisa tidak melihat dia dan keluarganya, tapi dia? Dia tetap harus melihat dan bertemu seluruh keluarganya. 

“Aku benar-benar merasa seperti seseorang yang berpenyakit menular. Aku merasa penyakit itu menyebar karena aku.”

[***]

Sung Soo dan Eun Jin akan kembali ke apartemen mereka. Kini, mereka sedang menunggu lift. Sung Soo berdiri di belakang Eun Jin, dia menatap Eun Jin lama dan terngiang kembali kalimat Eun Jin ketika mereka di mobil tadi. Sung Soo ikut sedih, dan ingin menenangkan Eun Jin. Dia kembali mengulurkan tangannya untuk menyentuh pundak Eun Jin. Lalu kilasan masa lalu itu terjadi.


Flashback

Saat itu Sung Soo juga menyentuh pundak Eun Jin, dan Eun Jin menoleh menatap Sung Soo. Sung Soo tersenyum dan berbisik pada Eun Jin, agar mereka melakukan ciuman pertama mereka hari ini. Eun Jin bertanya kenapa harus hari ini?
Sung Soo menjawab, karena ini malam natal. Merekapun tersipu malu.


Saat itu mereka juga sedang menunggu lift, dan saat lift sudah terbuka, Eun Jin dan Sung Soo melangkah ke dalam. Disna mereka saling berpandangan seolah isyarat jika nanti di dalam lift ini mereka bisa melakukan ciuman pertama di malam natal.
Merekapun tersipu malu sambil tersenyum.

Namun, itu hanya keinginan mereka saja, karena tiba-tiba ada orang lain yang ikut masuk ke dalam lift. Menyadari mereka batal ciuman, Eun Jin dan Sung Soo pun menunduk kecewa.
Setelah lift menutup, Sung Soo menggenggam tangan Eun Jin, namun Eun Jin malu karena ada orang yang bersama mereka, sehingga dia melepas pegangan Sung Soo. Sung Soo berbisik heran dan bertanya kenapa?

Tapi akhirnya Sung Soo senang, karena orang yang ikut bersama mereka, turun di lantai yang berbeda dengan dia dan Eun Jin. Sehingga kali ini mereka pasti berdua saja di dalam lift.
Tidak menunggu lama, begitu pintu lift bergerak menutup, Sung Soo langsung menarik Eun Jin dan mengecup bibirnya.


Mereka berciuman sangat lama, suasana di dalam lift pun terasa romantis dengan hiasan natal dan lampu-lampu yang menyala.


Flashback End
[***]

Sung Soo mengingat kenangan itu. Dan kini di dalam lift, dia dan Eun Jin hanya berada dalam diam. Saat pintu lift terbuka, Eun Jin sudah bersiap melangkah keluar, namun tiba-tiba Sung Soo menarik tangan Eun Jin. Sung Soo langsung memepetkan (bahasa lainnya apa ya? hihihi) tubuh Eun Jin di dinding dalam lift, dan Eun Jin mencoba melepaskan diri sambil bertanya kenapa?

Sung Soo kemudian bertanya, bukankah dulu dia meminta Eun Jin putus dengannya ketika dia gagal mendapat pekerjaan karena dia merasa rendah diri. Tapi, Eun Jin menahannya dan malah mengajaknya menikah. Eun Jin melakukan semua persiapan untuk pernikahan mereka. Bahkan ketika Yoon Jung lahir, Eun Jin juga yang susah payah membesarkan seorang diri. Apakah itu semua benar?

Eun Jin bukannya menjawab dan malah berkata bahwa Sung Soo membuatnya bergetar. Sung Soo kemudian bilang dulu dia berjanji bahwa dia akan mengurus Eun Jin, dan hanya akan mencintai Eun Jin seorang, tapi ternyata dialah yang berubah.
“Jika dulu aku tidak berubah, kita tidak akan menjadi seperti ini. Jika kau tidak bahagia, aku rasa aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri”

Eun Jin meminta Sung Soo tidak menyalahkan diri sendiri. Dia tidak pernah menyesal mencintai Sung Soo.
Kemudian Eun Jin pun berlalu.

*kecewa, kirain Sung Soo mau nyium Eun Jin. Hihihi

[***]

Malam ini setelah selesai menjenguk ibunya di RS, Jae Hak pulang ke rumah. Dia di ruang kerjanya, dan sibuk dengan miniatur pesawat yang sedang dibuatnya.
Tiba-tiba ingatannya melayang pada apa yang Min Soo katakan.
Min Soo berkata bahwa pernikahan belum tentu berakhir karena perselingkuhan, tapi pernikahan yang rusak adalah hasil dari perselingkuhan.
Mengingat semua itu, membuat Jae Hak menghancurkan miniatur yang sudah dibuatnya. Dia melampiaskan pada miniatur pesawat itu

[***]

Pagi ini, Min Soo sudah memutuskan sesuatu saat dia bertemu Eun Young nanti. Dia menguatkan diri ketika dia sudah sampai di depan pintu rumah Eun Young.
Eun Young membuka pintu dan senang sekali karena Min Soo datang lalu Eun Young pun mempersilakan Min Soo masuk.

Setelah ada di dalam rumah, dia dan Min Soo duduk berhadapan. Eun Young bertanya Min Soo pasti nyesel kan dengan kejadian kemarin makanya Min Soo datang sepagi ini ke rumahnya? Min Soo hanya diam.

Tiba-tiba Min Soo berkata “Eun Young, mari kita putus.”

Eun Young terkejut tak percaya lalu Min Soo menjelaskan kalau lebih baik jika mereka putus. Eun Young bertanya kenapa? Min Soo menatap sinis pada Eun Young dan bertanya apa menurut Eun Young alasan seorang pria meminta putus pada wanitanya? Itu tandanya perasaan si pria sudah berubah.

Eun Young menjawab, ini sangat ga masuk akal, bagaimana mungkin perasaan seseorang bisa berubah begitu cepat dan sangat tiba-tiba? Pasti ada alasan lain, katakan saja padanya.
Min Soo menjawab ga ada alasan lain, diapun berdiri dan akan pergi.
Eun Young ikut berdiri dan berkata dia ga sebodoh itu, pasti ada alasan lain. Apa Min Soo pikir, Min Soo bisa memperlakukan dia seenak Min Soo hanya karena dia sangat mencintai Min Soo?
Bahkan jika mereka putus, maka Min Soo harus memberi alasan yang jelas padanya.

Min Soo menatap Eun Young lekat dan memberanikan diri berkata “Aku tidak mencintaimu”

Min Soo berlalu, tapi Eun Young langsung berkata kalau Min Soo berbohong. Dia tahu dan yakin itu. Min Soo menghentikan langkahnya, dan Eun Young tanpa menatap Min Soo mengingatkan Min Soo akan kalimat Min Soo malam itu yang akan tetap mencintainya walau dia membenci Min Soo. Min Soo hanya mampu menahan tangis, dan kembali melanjutkan langkahnya.


Eun Young bergegas mencegah Min Soo, dia bertanya kenapa Min Soo seperti ini? Apa dia melakukan kesalahan? Kenapa Min Soo membuat semuanya semakin sulit. Katakan padanya agar mereka bisa melewati semua itu bersama-sama.
Min Soo hanya mampu menatap Eun Young, dan menyingkirkan tangan Eun Young yang sedang memegang tangannya.

“Apa ini takdir yang kau katakan? Apa takdir itu akhirnya melewati kita, sehingga kau harus kehilangan lagi? Apakah takdir itu adalah hari dimana kedua kakak kita bertemu?”

Min Soo menjawab tidak. Eun Young bertanya jika tidak, lalu apa? Jelaskan padanya!!!
Min Soo ikut membentak Eun Young dan bilang bahwa alasan yang dia katakan tadi adalah yang sebenarnya.

“Baiklah, aku akan membuatnya jelas. Kau dan aku putus karena ini adalah pilihanku. Aku tidak akan terseret oleh takdirku lagi.”

Eun Young terpana mendengarnya, diapun bertanya apa ini artinya semua memang keputusan Min Soo? Min Soo dengan tegas menjawab iya.
Min Soo pun berlalu dan Eun Young tak bisa menahannya lagi, karena perasannya hancur seketika.


Setelah Min Soo keluar, Eun Young tak mampu menahan tangisnya. Dia bahkan menyumpahi Min Soo agar semoga kaki Min Soo patah ketika dalam perjalanan pulang. Kemudian Eun Young kembali menangis tanpa henti.

Sementara diluar, Min Soo juga tak kalah bersedih. Dia juga menangis tersedu. Dia tak ingin seperti ini, tapi dia juga tahu hubungannya dengan Eun Young tak mungkin bisa diteruskan.
Dia berjalan pulang masih dengan air mata mengalir deras di pipinya.

[***]

KOMENTAR :

Selanjutnya akan terasa lebih sulit. Min Soo dan Eun Young bagaimana cara mereka bisa bersatu?
Aku ga sabar juga ingin tahu, karena semakin menuju akhir, semakin banyak hal yang membuat kita tercengang.

Bisa saja, Eun Young yang memperjuangkan agar takdir dia bersama Min Soo tetap terjadi.
Karena sepertinya Min Soo akan pasif untuk kelanjutan hubungan ini, dia sudah tak memiliki jalan lagi.

Sepertinya, Sung Soo yang lebih sering mengenang memori manisnya bersama Eun Jin, daripada kenangan buruk, dan ternyata mereka memang memiliki kenangan yang indah.
Sangat indah. Hihihi
Sementara Eun Jin lebih sering mengingat kenangan buruknya bersama Sung Soo, aku yakin untuk hubungan kedepan Sung Soo lah yang lebih aktif membuat mereka bisa kembali bersama.
Semoga aja sih gitu.

Sinopsis One Warm Word Episode 15 Part 1

Nhieshe
4 Comments
Saturday, February 01, 2014
[Sebelumnya di episode 14]



Episode 15 part 1

Min Soo yang masih syok mencoba menenangkan dirinya dulu sebelum masuk ke ruang acara. Pertemuan tanpa sengaja dengan Eun Jin cukup menggoncangkan hatinya. Lalu Eun Young menelpon. Min Soo menyimpan nomer Eun Young di ponselnya dengan memberi nama “KUCING HILANG”
Dia pun menerima panggilan itu.

Eun Young meminta Min Soo segera datang, karena kakak iparnya sudah disini. Min Soo menjawab dia mengerti dan akan segera kesana.

[***]

Mi Kyung dan Jae Hak sudah sampai di lokasi, mereka melihat Eun Young dan Eun Young langsung menghampiri Mi Kyung. Dia memuji Mi Kyung yang menurutnya bertambah cantik. Mi Kyung tersenyum lalu membalas bahwa Eun Young juga terlihat cantik hari ini. Eun Young bahkan berkata kalau Mi Kyung dan Jae Hak pasangan yang sangat serasi.


Eun Young pun menggandeng Mi Kyung dan mengajak Mi Kyung masuk ke dalam karena Hyungbu (kakak ipar) nya sudah menunggu. Begitu sampai di dalam, raut wajah Mi Kyung berubah terkejut ketika melihat Sung Soo. Dia ingat betul kalau Sung Soo adalah suami Na Eun Jin, wanita yang dibencinya.

Sung Soo sendiri masih belum terlalu ingat dengan Mi Kyung, tapi kemudian saat Jae Hak masuk, Sung Soo akhirnya tahu, kalau ternyata Jae Hak adalah mantan selingkuhan istrinya, dia pun terpana menatap Jae Hak.
Sementara Jae Hak, dia juga tak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas situasi ini. Jae Hak sangat mengingat Sung Soo yang merupakan suami Na Eun Jin. Wanita yang mampu mencuri hatinya.
Eun Young yang tak tahu apa-apa, dengan penuh senyum mengenalkan Mi Kyung pada kakak iparnya.


Tak lama berselang masuklah Eun Jin, Eun Young langsung menyambut Unninya, dan Mi Kyung begitu mendengar kakak Eun Young datang berbalik untuk melihat. Jae Hak juga ikut menoleh, dan rasa kaget kembali menghantam mereka.

Mi Kyung menatap tajam pada Eun Jin, dia menatap penuh kebencian. Sementara Eun Jin hanya terpana dan diam saja saat Eun Young mengenalkan dia pada Mi Kyung dan Jae Hak. Eun Young bahkan yang belum tahu situasi sebenarnya bertanya kenapa semuanya berdiri saja?


Min Soo akhirnya juga masuk ke dalam, dan Eun Young senang melihat akhirnya Min Soo datang. Min Soo menatap Eun Young dengan penuh senyum, namun senyum itu memudar begitu melihat siapa yang digandeng Eun Young. Dia sontak sangat terkejut. Na Eun Jin adalah kakak wanita yang dicintainya.

Mi Kyung menatap Min Soo dan tahu seperti apa perasaan adiknya. Mata Mi Kyung berkaca-kaca menahan tangis. Setelah Min Soo menyapa semua dia kemudian berkata kalau ada yang harus dia bicarakan dulu dengan Eun Young, sehingga mereka harus keluar sebentar.
Eun Young tentu bingung dan bertanya ada apa?

[***]

Di luar ruang itu, Eun Young mendesak ingin tahu ada apa sebenarnya? Min Soo menatap Eun Young dan memegang kedua pundak Eun Young. “Dengarkan baik-baik, apa yang akan aku katakan.”
Walau tak tahu ada apa, Eun Young berjanji akan mendengarkan yang Min Soo katakan.

“Jangan bertanya apa-apa padaku, dan aku ingin kau melakukan apapun yang aku katakan.”

Semakin bingung Eun Young pun bertanya ada apa sebenarnya? Min Soo hanya meminta agar Eun Young tak bertanya apapun dengan apa yang akan dia katakan. “Bisakah kau hanya mendengarkan saja? setelah itu maka aku bisa memberitahumu”

Eun Young berjanji akan mendengarkan tanpa bertanya appaun. Min Soo menahan tangisnya dan berkata kalau gurunya sakit, dia harus pergi ke RS sekarang juga. Eun Young heran dan bertanya apa harus sekarang juga? Min Soo menjawab iya.

“Oppa, bagaimana bisa? Ini tak benar. Ini acara makan bersama keluarga kita untuk pertama kalinya. Jika kau seperti ini, maka apa yang akan dikatakan Unni dan Hyungbu ku.?”

Min Soo mengingatkan janji Eun Young tadi yang ga akan bertanya apapun padanya. Eun Young kesal dan berkata bagaimana bisa dia ga bertanya dan hanya mendengar saja dengan situasi seperti ini? Mereka sudah sulit mengatur pertemuan, dan bagaimana mungkin Min Soo akan pergi sebelum acara mereka dimulai.
Ini adalah kesempatan mereka untuk mendapat restu.

Min Soo hanya menatap Eun Young sambil menahan tangisnya dan Eun Young akhirnya mengalah lalu berkata baiklah dia akan mendengarkan saja. Min Soo pun kemudian bilang bahwa akan lebih baik jika dia ga masuk ke dalam, dan mengikuti acara itu. Eun Young menjawab dia mengerti kemudian dia melanjutkan kalau Min Soo benar-benar jahat. Setelah itu Eun Young langsung pergi.

[***]

Sung Soo berkata bagaimana bisa situasinya malah menjadi buruk seperti ini? Disamping Sung Soo, Eun Jin hanya tertunduk dalam diam. Sung Soo kemudian bertanya pada Mi Kyung, kalau dia pernah melihat Mi Kyung di kelas memasak, apa dia benar? Mi Kyung menjawab iya.
Sung Soo pun mengajak mereka untuk mengakhiri pertemuan ini. Eun Jin kaget dan bertanya lalu bagaimana dengan Eun Young?

Sung Soo menjawab kalau mereka harus memberi alasan pada Eun Young. Jae Hak berpendapat lain, dia berkata bagaimanapun buruknya hubungan mereka, jangan sampai melibatkan Min Soo dan Eun Young. Dua orang itu tak tahu apa-apa.
Sung Soo kesal, dan berkata jika Jae Hak bisa menahan untuk duduk dan makan bersama, maka dia ga bisa.
Bukankah ini lelucon jika mereka berempat bisa duduk dan makan bersama?

Lalu masuklah Eun Young dengan terburu-buru, Eun Young meminta maaf karena Min Soo harus pergi dan ga bisa ikut acara ini. Dia juga menjelaskan alasan Min Soo pergi karena guru sekaligus pemilik warung udon di tempat Min Soo kerja sedang sakit.
Sung Soo menjawab tak apa, dia kemudian mengajak Eun Jin untuk segera pergi. Eun Young melarang, dan bilang mereka tetap harus makan bersama.

Jae Hak akhirnya ikut berkata bahwa dia dan Mi Kyung juga harus pergi. Eun Young terkejut, kenapa semua malah semakin berantakan. Mi Kyung menimpali kalau sepertinya itulah yang terbaik saat ini.


Setelah Eun Jin dan Sung Soo meninggalkan ruangan, Eun Young meminta maaf pada Mi Kyung dan Jae Hak, untuk sikap kakaknya tadi.
Mi Kyung menjawab tak apa-apa, dia juga bertanya apa Min Soo tadi bilang akan ke restoran? Eun Young menjawab tidak, tadi Min Soo bilang akan ke RS.

Lagi-lagi Eun Young meminta maaf dan meminta Jae Hak serta Mi Kyung ga salah paham dengan kakaknya. Mi Kyung menjawab ya dengan nada datar, pikirannya saat ini hanya terpusat tentang Min Soo.

[***]

Di sebuah bis yang sedang melaju, terlihatlah Song Min Soo duduk sambil menatap keluar jendela. Akhir pekan ini berubah menjadi akhir pekan yang menyedihkan untuknya. Tiba-tiba Eun Young menelpon, mengetahui Eun Young menelponnya, Min Soo memilih tak menerima panggilan itu. Tak mungkin dia bisa berbicara dengan Eun Young saat ini, ditengah suasana hati seburuk ini.

Ingatan Min Soo pun melayang pada saat dimana dia berjanji pada Eun Young, bahwa dia akan tetap menyukai Eun Young apapun yang terjadi. Malam itu dia bahkan berkata bahwa kali ini dia ga ingin melepaskan Eun Young sebagai takdir untuk hidupnya.

[***]

Sampailah Min Soo di sebuah tempat yang merupakan makam ayahnya. Min Soo berdiri di depan makam itu lalu menyapa ayahnya. Dia berkata kalau kali ini lagi-lagi dia datang dengan tangan kosong. “Kau tidak marah kan jika aku datang dengan tangan kosong? Tolong jangan marah, Ayah.”

Min Soo berlutut dan melanjutkan kalimatnya bahwa saat ini dia tidak bisa memikirkan apapun. Yang dia pikirkan hanya datang kesini untuk menemui Ayah. Min Soo mulai menangis, tak kuasa olehnya membendung air mata.
Dia benar-benar terisak sambil terus berkata “Tidak akan bisa.”

[***]

Anna kembali datang menengok Madam Choo dan kali ini membawa perut babi kukus dan Kimchi. Madam Choo menghirup aroma yang terasa nikmat, dan dia yakin masakan kali ini sangat enak.
Madam Choo berkata untuk kimchi kukus, harus benar-benar pintar dalam memasaknya.
Anna bertanya apa sekarang Madam Choo meragukan kemampuannya?
Madam Choo menggeleng dan dengan senyum ramah dia berkata dia hanya mengatakan saja, tanpa maksud apa-apa. Anna pun mengerti. Kemudian Anna bertanya kenapa Madam Choo ga keluar dari RS, dia lihat Madam Choo sudah sehat? Madam Choo menjawab itu karena dia merasa akan kembali sakit jika ada di rumah.

Anna mengingatkan Madam Choo kalau biaya RS tentu akan membengkak jika Madam Choo terus disini?
Dengan santai Madam Choo menjawab “aku menghasilkan dna menyimpan uang agar aku bisa datang dan pergi ke RS dengan nyaman seperti yang aku harapkan”
*Ooo..sakit parah baru tahu rasa kamu nek.

Madam Choo mencicipi makanan Anna dan memuji karena masakan Anna sangat enak, dia kembali mengajak Anna agar mereka berhubungan baik ke depannya. Anna menjawab jika Madam Choo bisa menjaga kata-kata Madam Choo, maka dia setuju untuk mereka berhubungan baik. Dengan santainya Madam Choo bilang, kalau kata-kata adalah sesuatu yang memang harus diucapkan sedangkan daging kan untuk dimakan. Ini dua hal yang berbeda. Dia sudah seperti itu semenjak suaminya meninggal, bukankah menurut Anna dia sangat menarik?

Anna menjawab juga tak kalah santai kalau menurutnya, Madam Choo menarik hanya karena Madam Choo kaya, selebihnya tidak. Madam Choo sama sekali tak memiliki pesona, yang akan membuat orang tertarik.
*kapok lu nek.

Madam Choo terperangah dikatai seperti itu oleh Anna. Dia kemudian bertanya dengan sinis, apa ini artinya makanan yang dibawa Anna tidak gratis? Anna menjawab tegas tentu saja makanan yang dia bawa tidak gratis. Dia harus dibayar untuk ini.

“Bahkan jika aku dekat dengan Mi Kyung, bukan berarti aku bisa dekat denganmu.”

Madam Choo kesal dan menarik kembali ucapannya yang meminta agar dia dan Anna bisa menjadi dekat. Tidakkah Anna terlalu keras kepala meminta bayaran untuk masakan ini?Seharusnya Anna bisa memperlakukannya dengan baik, maka dia mau membayar masakan Anna ini?

Anna pun kembali berucap sesuatu yang membuat Madam Choo terpana, Anna berkata bahwa Madam Choo hanya cantik di penampilan luar saja, tapi di dalamnya, Madam Choo terlihat seperti rentenir yang jahat.
Madam Choo bertambah jengkel dan Anna hanya bilang jika dia suka dengan kalimat Madam Choo tadi yang berkata kalau kata-kata adalah sesuatu yang harus diucapkan. Jadi sekarang dia sedang mengutarakan apa yang dia rasakan. Bukankah itu seperti yang Madam Choo biasanya lakukan? Madam Choo selalu mengatakan apapun yang Madam Choo rasa tanpa peduli situasi dan kondisi orang tersebut, jadi sekarang dia hanya meniru saja yang Madam Choo lakukan.
Dengan ramah Anna bahkan mengajak Madam Choo agar bisa dekat dengannya.
Sebagai imbalan dia akan memberikan diskon pada setiap masakan yang di buat untuk Madam Choo.

[**]

Na Eun Young pergi ke rumah orang tua nya dengan perasaan marah luar biasa. Dia mengadu tentang sikap Eun Jin dan Sung Soo yang tiba-tiba saja membatalkan acara padahal acara ini begitu susah dibuat. Na Ra bertanya kenapa memangnya kok tiba-tiba Eun Jin dan Sung Soo seperti itu.? Eun Young menjawab dia juga ga tahu, yang jelas kakak ipar dan kakaknya pergi begitu saja saat acara bahkan belum dimulai.

Na Ra bertanya lalu bagaimana dengan keluarga Min Soo, Eun Young menceritakan kalau keluarga Min Soo juga tiba-tiba memutuskan untuk pergi. Ini benar-benar aneh. Na Ra semakin terkejut dan bertanya lalu bagaimana Min Soo? Eun Young menjelaskan kalau Min Soo sudah pergi lebih dulu karena bos yang dianggap guru baginya di warung udon sakit.
Bukankah disaat seperti itu Eun Jin harus membantunya? Tapi Eun Jin malah ikutan pergi.

Na Ra menyalahkan Min Soo yang meninggalkan acara bukan karena hal mendesak, jika bos atau guru Min Soo tidak dalam keadaan sekarat, maka kenapa Min Soo harus pergi meninggalkan pertemuan?
Eun Young membenarkan hal itu, jika memang Min Soo lah yang salah awalnya, tapi seharusnya Unni dan Hyungbu melindungi dia.

Na Ra dan Dae Ho seolah memihak Eun Jin, membuat Eun Young kesal, dia bertanya bagaimana bisa disaat seperti ini ayah dan ibunya masih memikirkan Eun Jin? Lalu bagaimana dengan dia? Dengan perasaannya?
Na Ra menjawab harusnya Eun Young bisa berfikir dan memahami situasi tadi. Jika Eun Jin memutuskan pergi maka ada sesuatu yang terjadi dan membuat Eun Jin menahan marah.
“Tapi karena dia menghargaimu, dia menahan kemarahannya dan memilih memberikan restu untukmu dan Min Soo. Cobalah berfikir positif.”

“Ibu, kenapa kau selalu memberitahuku untuk bisa memahami setiap kali ada masalah antara aku dan Unni? Tidakkah kau memikirkan perasaanku lebih dulu?”

Dae Ho bahkan ikut membela Eun Jin, membuat Eun Young kecewa lalu berteriak pada ayahnya dengan berkata kalau hatinya sedang terluka sekarang.

[***]

Sung Soo menghentikan mobil ke tepi dengan gerakan kasar. Sung Soo menatap Eun Jin dan bertanya apa wanita tadi merupakan teman di kelas memasak Eun Jin?
Eun Jin menjawab iya.

Sung Soo bertanya lagi, apa wanita itu bergabung karena tahu hubungan Eun Jin dengan Jae Hak? Lagi-lagi Eun Jin menjawab iya.
Sung Soo melanjutkan pertanyaannya, lalu sejak kapan Eun Jin mengetahui kalau wanita itu adalah istri Jae Hak? Apa pada saat Eun Jin sakit demam dan tak sadarkan diri? Untuk ketiga kalinya Eun Jin hanya mampu menjawab iya, tanpa sedikitpun menatap Sung Soo.

Sung Soo marah dan meminta agar Eun Jin tidak hanya menjawab iya, dan berikan keterangan yang lebih jelas.
Eun Jin hanya diam, kemudian Sung Soo kembali berkata, apa wanita itu tahu segalanya dan ada di kelas memasak disaat Eun Jin tak tahu apapun?
Eun Jin kembali menjawab iya, air mata sudah hampir mengalir di pipinya.
Eun Jin pun bilang dia akan pergi sekarang. Jadi Sung Soo masuk saja ke rumah lebih dulu, dia ingin berjalan-jalan sebentar dan berfikir.
Sung Soo bertanya memangnya Eun Jin mau berfikir tentang apa?

“Aku terlalu takut. Aku rasa semua sudah berakhir. Tanggung jawab atas tindakanku. Aku rasa aku bisa melakukannya. Aku menahan semua penghinaan itu. Tapi kali ini, aku merasa ini melampaui apa yang bisa aku pertanggungjawabkan. Bagaimana dengan Eun Young sekarang? Ini yang pertama untuknya. Dia mengatakan bahwa Min Soo mampu membuatnya menjadi orang yang lebih baik. ”

Eun Jin terisak, dia tersedu-sedu setelah meluapkan semua yang dirasanya. Sementara Sung Soo menatap Eun Jin, seolah ingin menenangkannya. Tangan Sung Soo pun terulur untuk menyentuh pundak Eun Jin, namun Sung Soo urung melakukannya. Dia hanya menatap Eun Jin dalam diam dan tentu dengan perasaan tak kalah bersedih.

[***]

Dalam perjalanan, Mi Kyung yang ada bersama Jae Hak bertanya apa Jae Hak memang sudah bertemu dengan Sung Soo, karena tadi sepertinya Sung Soo mengenal Jae Hak? Mi Kyung bertanya kapan tepatnya? Jae Hak menjawab dia sedang ga mau membahas itu.
Mi Kyung kemudian berkata apa Jae Hak juga terluka dengan kejadian ini? Baguslah, itu menunjukkan bahwa Jae Hak memang manusia, makanya bisa merasakan luka.

Mi Kyung tetap melanjutkan kalimatnya, apa hari dimana Jae Hak bertemu adalah hari ketika Jae Hak pulang dengan bibir yang berdarah? Jae Hak mengiyakan dengan singkat. Jae Hak meminta agar Mi Kyung menghubungi Min Soo. Mi Kyung menjawab mungkin Min Soo dirumah, turunkan saja dia disana, dan Jae Hak bisa pergi.

Jae Hak menolak, dia ingin menemani Mi Kyung. Mi Kyung menjawab kesal, mana mungkin disaat seperti ini dia dan Min Soo bisa melihat wajah Jae Hak. Jadi lebih baik Jae Hak ga usah ikut dengannya menemui Min Soo.

[***]

Eun Jin berjalan diikuti Sung Soo di belakangnya. Dia berjalan dengan tatapan kosong. Dia teringat kembali ketika saat Mi Kyung mengenalkan Jae Hak pada semua temannya di kelas memasak. Semua ingatan itu membuatnya kembali menangis. Sung Soo yang ikut menemani Eun Jin seolah ikut merasakan kesedihan Eun Jin dan bagaimana sulitnya saat ini.
Sung Soo pun teringat masa lalunya.


Flashback

Saat itu, dia dan Eun Jin sudah menikah. Eun Jin berlari kesal dan Sung Soo mengejarnya. Sung Soo berhasil mengejar Eun Jin dan memeluk Eun Jin dari belakang, dia kemudian meminta agar Eun Jin menghentikan kebiasan berjalan-jalan seperti ini ketika marah, terlebih udara diluar sedang sangat dingin. Nanti Eun Jin kena Flu.

Eun Jin kesal dan menepis pelukan Sung Soo lalu berkata bagaimana bisa Sung Soo memilih membela manager tim daripada dia? Sung Soo pun berdiri di depan Eun Jin dan berkata baiklah, apa sekarang Eun Jin mau dia mendatangi manager tim lalu membalikkan meja manager tim itu?
Manager tim menegur Eun Jin mungkin karena kinerja Eun Jin yang buruk.

Eun Jin bertambah kesal, dan bilang kalau dia ga buruk dalam bekerja. Sung Soo kemudian dengan gaya lucunya menjawab dia tahu kok Eun Jin cerdas. Tapi kenapa manager tim berkata seperti itu pada Eun Jin, kalau dia yang jadi karyawan disana, maka dia sudah memberi pukulan pada orang yang mengejeknya seperti itu.
Melihat tingkah Sung Soo yang lucu, Eun Jin pun akhirnya tertawa.

Sung Soo senang akhirnya Eun Jin bisa tersenyum, dia kemudian mengingatkan Eun Jin agar tak gampang marah karena sekarang Eun Jin sedang hamil. Eun Jin menjawab, dia marah sampai lupa bahwa dia sedang hamil.
Eun Jin langsung mengelus-elus perutnya dan meminta maaf pada bayinya. Mereka kemudian tertawa bersama, begitu bahagia.


Flashback End

Sung Soo berdiri di depan Eun Jin dan meminta Eun Jin segera masuk karena udara diluar dingin. Eun Jin yang masih menangis berkata bukankah tadi dia sudah meminta Sung Soo untuk duluan masuk ke rumah.? Dia kemudian bilang, dulu saat umurnya masih 20 an, dia selalu merasa setiap orang memiliki hidup sendiri-sendiri, tapi sekarang, dia merasa itu tidak benar. Sekarang rasanya setiap orang berhubungan seperti benang.

Lagi-lagi Eun Jin bertanya bagaimana dengan adiknya? Mengapa Eun Young harus terbuhung dengan hidupnya?
Sung Soo menjawab ini adalah salahnya. Semua karena dia.

“Jika dulu aku tidak berselingkuh, aku rasa kau juga tidak akan melakukannya. Itulah yang aku pikirkan. Aku rasa seperti itulah kenyataannya. Berhentilah menangis, kau tampak menyedihkan, karena kau terlihat menyedihkan, aku jadi ingin menyentuhmu.”

Eun Jin tak berkata apapun, dia hanya terus melangkah.

[***]

Bersambung ke part 2
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to: Comments (Atom)

NEXT PROJECT

** Pinncochio
(Duet Bareng LILIK)

** Mr. Baek
(Duet Bareng LILIK)

INFO

**Untuk pembaca Sinopsis Ayu Nhieshe, walaupun sekarang bukan Ayu yang menulis semoga tetap setia membaca sinopsis-sinopsis selanjutnya.

Arsip Blog

  • ▼  2015 (5)
    • ▼  April (2)
      • Sinopsis Heart to Heart Episode 1 Part 4
      • Sinopsis Heart to Heart Episode 1 Part 3
    • ►  March (3)
  • ►  2014 (351)
    • ►  November (24)
    • ►  October (34)
    • ►  September (36)
    • ►  August (32)
    • ►  July (38)
    • ►  June (28)
    • ►  May (32)
    • ►  April (36)
    • ►  March (41)
    • ►  February (20)
    • ►  January (30)
  • ►  2013 (193)
    • ►  December (32)
    • ►  November (21)
    • ►  October (9)
    • ►  September (15)
    • ►  August (16)
    • ►  July (24)
    • ►  June (18)
    • ►  May (9)
    • ►  April (15)
    • ►  March (12)
    • ►  February (13)
    • ►  January (9)
  • ►  2012 (17)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  January (7)
  • ►  2011 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (11)
    • ►  December (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)

Followers

Copyright 2014 nhieshe
Template By Ridwan Hex And Game Gratis