nhieshe

  • Beranda
  • Judul A-F
    • A NEW LEAF
    • BRIDE OF THE CENTURY
    • DOCTOR STRANEGR
    • EMERGENCY COUPLE
    • FATED TO LOVE YOU
  • Judul G-L
    • GAP DONG
    • GOD'S GIFT
    • HEART TO HEART
    • HIGH SCHOOL:LOVE ON
    • LIAR GAME
  • Judul M-R
    • MISAENG
    • MY LOVELY GIRL
    • MY SECRET HOTEL
    • MY SPRING DAY
    • ONE WARM WORD
    • Pinnochio
    • PRETTY MAN
  • Judul S-Z
    • SCHOOL 2013
    • SHARK
    • SHOCKING SCANDAL
    • SURPLUS PRINCESS
    • TWO WEEKS
  • MY TWITTER
  • MY FACEBOOK
  • MY GOOGLE+
Home → Semua Post

Tentang Difabel dan Solo

Nhieshe
Add Comment
Tuesday, January 10, 2012

Beberapa

hari yang lalu, ada yang nyeletuk tentang Difabel yang harusnya berani untuk meninggalkan Solo.
Memang banyak yang bilang kalo Solo surganya Difabel, dan aku membenarkan hal itu. Ada banyak faktor yang ngebuat Solo disukai oleh Difabel. Salah satunya adalah tempat-tempat publik yang akses..
yah, memang sih nggak semuanya bisa dijangkau oleh Difabel, apalagi pengguna kursi roda. Masih banyak tempat di solo yang nggak Friendly untuk mereka..tapi setidaknya masih ada beberapa tempat yang bisa menjadi pilihan untuk mencari hiburan bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Dan orang itu bilang kalo difabel harusnya tidak menjadi katak dalam tempurung, yang merasa ga berani untuk meninggalkan Solo, yang merasa takut untuk memulai kehidupan yang baru di tempat lain..dan mengatakan bahwa kota lainpun akan welcome dengan Difabel.

Aku yakin kalo setiap kota memang akan welcome dengan para difabel. Tapi welcome yang seperti apa.?
Jika hanya sekedar ramah, semua orang juga pasti bisa..semua kota juga pasti bisa welcome..
Tergantung kitanya kan..? Kalo kitanya ramah, orang-orang juga bakal ramah.tapi kalo tempat, apa setiap tempat bakal welcome buat difabel..?ga kan?
Iya kalo Difabelnya nggak pake alat bantu, mungkin bisa bebas ada disetiap tempat yang dia mau. Atau kalo Difabelnya pake alat bantu,cuma dia masih bisa ada di tempat-tempat yang ga akses. Itu ga masalah buat mereka. Lha kalo Difabelnya pake kursi roda dan ga bisa pake tongkat. Repot kan kalo dia harus menemui banyak tempat di luar sana yang ga ramah buat keadaan dia.

Kalo di solo..Mall aja bisa dimasuki difabel jenis apapun, toko buku, restoran, dan tempat-tempat lain yang bisa menurut kapasitas mereka, ada di Solo
Dikota laen belum tentu seperti itu.

Jadi istilah katak dalam tempurung, aku rasa terlalu sadis guys,Itu hanya sebatas pilihan. Ya kan? Kalo kamu berani untuk ada dikota yang bukan surganya Difabel, ya itu pilihanmu..ga ada sangkut pautnya dengan katak dalam tempurung, dan bukan berarti Difabel tidak bisa menyamankan dirinya saat berada di kota lain. Bukan seperti itu, itu karena emang Solo nya yang bikin Difabel merasa ada di surga..:-)

Kalo memang niatmu ingin memberi masukan, pilihlah kata-kata yang mengena.. bukan mengena karena tajamnya, sehingga yang membaca akan merasa terdeskreditkan..tapi pilihlah kata-kata yang mengena karena memang saat membaca tulisanmu si pembaca akan merasa yakin dan membenarkan apa yang kamu katakan..

Mengeluarkan pendapat itu memang hak setiap individu, apalgi di dunia yang serba canggih seperti sekarang, tapi ada baiknya kalo kita juga memasukkan unsur perasaan..toleransi..dan lainnya saat membuat tulisan berisi pesan sehingga pesan kita itu tidak hanya terkesan menggurui...atau terkesan seperti yang "serba tahu.."
Sumapah, itu menyebalkan saat dibaca.
So guys, hati-hatilah..
Kalo lidah bisa setajam pisau saat mengeluarkan kata-kata..
Maka tulisan ga kalah tajamnya sama pisau..
“setajam silet..” itu istilahnya..:-D

Saat Tua Yang menyedihkan

Nhieshe
Add Comment
Tuesday, January 10, 2012
am

Guys,

betapa sedihnya saat kita beranjak tua..
Saat kita sudah tidak mampu lagi untuk beraktifitas,
saat kita sudah tidak mampu lagi untuk memfungsingkan anggota tubuh kita dengan lincah..
Saat mungkin beberapa indra atau anggota tubuh kita, tidak bisa lagi digunakan sebaik saat kita muda dulu, dan saat anak-anak kita, merasa repot dengan kehadiran kita yang renta.
Saat itu benar-benar saat menakutkan menurutku..
Bahkan hanya sekedar membayangkannya saja, aku sungguh-sungguh menolak.
padahal tua itu pasti kan..?Sama seperti maut,
Tua tetap akan kita alami nantinya…

Membayangka menjadi Tua, tanpa diperhatikan oleh anak-anak yang telah kita rawat dan kita besarkan, membuatku rasanya tidak ingin menjadi Tua..
Mengingat, anak-anak yang kita cintai dengan hati dan nyawa kita, namun mereka seolah merasa terbebani dengan kita..membuat menjadi tua begitu menyedihkan.

Mereka, tumbuh dan berkembang dengan keringat dan kasih sayang kita, berharap kelak dapat menjadi tumpuan di masa senja kita. Tapi, mungkinkah mereka mengingat semua yang kita lakukan? Dan bersedia merawat kita saat rambut kita sudah memutih.

Menyedihkan,
jika saat tua nanti, kita akhirnya hanya ditempatkan di sebuah panti yang mereka sebut, panti jompo..hanya karena anak-anak yang kita sayangi, tidak ingin tersita waktunya oleh kita.
Menyedihkan,
jika saat mata kita sudah mulai semakin rabun, dan kita hanya terasing dengan sunyi..
Berteman gelap tanpa ada anak-anak kita yang mengajak kita bicara bahkan bercanda ,
padahal sepi dan gelap itu menakutkan. Meraba-raba hanya untuk mencari apa yang kita butuhkan.
Tidakkah mereka ingat, saat mereka kecil, kitalah yang selalu memabantu mereka untuk mencapai benda-benda yang belum terjangkau oleh tangan kecil mereka ?

Menyedihkan,
jika mereka hanya menyewa seorang perawat untuk mengurus segala keperluan kita..
Meyewa seorang perawat yang bertugas memandikan kita, menyuapi kita, bahkan mengurus saat kita buang air.
Tidak ada perhatian dan kasih sayang, seperti apa yang sudah kita lakukan semasa mereka kecil dulu..
Tidakkah mereka ingat dengan tangan yang sudah keriput inilah, kita memandikan mereka dulu, menyuapi mereka, bahkan membersihkan semua kotoran mereka..?
Tapi, mereka seolah enggan melakukan itu saat kita renta..

Guys, untuk itu..
Rawat dan sayangilah orang tua kita…
Urus mereka dengan tangan kalian sendiri, seperti apa yang telah mereka lakukan untu kita..
Jangan biarkan kesendirian dan kegelapan itu menemani mereka..
Jika sekali saja kamu melakukan hal yang menyakiti mereka, ingatlah..bahwa besokpun kamu akan menjadi tua, dan mungkin apa yang kamu lakukan pada orang tuamu saat ini..akan kamu alami saat kamu tua nanti..

Sedikit Tentang ASEAN PARA GAMES

Nhieshe
Add Comment
Monday, December 19, 2011

Solo

sekarang lagi heboh-hebohnya tentang ASEAN PARA GAMES. Kalo kamu yang update info pasti denger donk ya tentang apa sih ASEAN PARA GAMES itu..?
Tapi, karena aku baik dan cantik..(haha..kumat narsis), aku mau kok sedikit berbagi tentang ASEAN PARA GAMES..siapa tau aja, ada yang belum denger tentang berita satu ini..seperti contohnya tadi..waktu aku lagi makan di daerah citywalk Slamet Riyadi, ada salah satu peserta PARA GAMES yang lewat…nah orang disampingku, yang kebetulan kerja di Mall yang deket cityWalk itu nyeletuk “kayaknya bukan orang Indonesia deh..ngapain ya dia disini..?”
Aku sih Cuma senyum-senyum aja..

So,gini guys..ASEAN PARA GAMES itu..sama kayak SEA GAMES…Cuma bedanya atlet-atlet di PARA GAMES itu, memiliki keterbatasan fisik..misalnya..pakai alat bantu seperti kursi roda..pakai tongkat..
Yang mengalami keterbatasan di pendengaran dan juga di penglihatan.
Seperti SEA GAMES…PARA GAMES juga diikuti oleh negara-negara anggota ASEAN..
Jadi udah masuk kategori internasional deh..

Sayangnya, gaung PARA GAMES nggak se dahsyat SEA GAMES kemaren..
Diskriminasinya juga masih ada..contohnya aja dari Bonus untuk para atlet yang berhasil ngedapetin emas..ga sebanding guys sama bonus mereka yang maen di SEA GAMES kemaren..
Di SEA GAMES aja yang dapet emas bonusnya 200 juta..lha kok giliran PARA GAMES Cuma dapet 30 juta..terus dianikin jadi 40 juta...setengahnya aja ga ada kan?
Jadi ikut sedih..
Kenapa sedih?

Walo mungkin difabel masih dianggap ga sebanding dengan yang lain..tapi bukannya mereka lebih susah dibanding atlet-altet SEA GAMES kemaren..so,kenapa cuma dihargai dengan bonus yang sangat kecil menurutku. Operasional merekapun kan ga bisa dibilang mudah…walau memang yang mereka mainkan itu..sesuai dengan kemampuan mereka…tapi coba deh di logika..mereka kan berbeda kebutuhan dengan atlet-atlet SEA GAMES..kondisi fisik jelas ga sama..jadi kenapa perjuangan mereka ga sebanding dengan para gamers yang maen di SEA GAMES kemaren..
Inget itu…jadi ngerasa kalo yang dibilang “penyama rataan kondisi” Cuma omong kosong.
Kalo emang menganggap sama..kenapa harus tetap dibedakan..
Atas dasar dan alasan yang seperti apa?

Wisma Atletnya aja(yang di DONOHUDAN) itu di asrama putrinya..mengalami mampet air..
Miris banget kan.?Bisa ngebayangin gimana susahnya mereka-mereka yang butuh mandi..wudhu untuk sholat..buang air kecil dan besar..
Masak iya..mereka yang kondisinya seperti itu harus nenteng-nenteng ember buat nampung air di asrama putra…?
Kok bisa sih yang sekecil itu ga diperhatiin..?Padahalnya atlet-atlet itu diharapkan membawa harum nama INDONESIA…tapi fasilitas mereka malah diabaikan…
Malu juga donk ama negara-negara tetangga..kalo tau wisma yang digunakan ternyata bermasalah dibagian yang sangat vital..yaitu air…

Siaran di televisipun ga seheboh SEA GAMES kan..?
PARA GAMES ibarat iklan..Cuma numpang lewat diantara berita-berita yang laen..
Di SEA GAMES kemaren aja..bahkan ada pertandingan yang dilangsungkan secara Live..
Tapi kayakna ga berlaku di PARA GAMES..
Padahal guys..seru juga kok aku liat pertandingannya..
Apalagi pertandingan lari yang atletnya tuna netra…wah..kalo kalian juga ada yang liat…pasti sependapat sama aku…
Keren aja..liat mereka yang ga bisa ngeliat..tapi ikut di cabang olahraga Lari…
Amazing banget..

Aku berharap..semoga di PARA GAMES yang ke 7 nanti..lebih baik dari yang sekarang..
Kalo ingin mendapatkan yang lebih…pemerintah juga harus lebih ekstra memperhatikan mereka..
Itu baru adil..
Jangan hanya mau supaya mereka ngedapetin emas dan masuk jadi juara umum..tapi fasilitas dan kenyamanan mereka ga diperhatikan..

Itu masih masuk kategori DISKRIMINASI…
So,jangan lakukan itu lagi terhadap mereka yang membawa nama bangsa…^_^
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to: Posts (Atom)

NEXT PROJECT

** Pinncochio
(Duet Bareng LILIK)

** Mr. Baek
(Duet Bareng LILIK)

INFO

**Untuk pembaca Sinopsis Ayu Nhieshe, walaupun sekarang bukan Ayu yang menulis semoga tetap setia membaca sinopsis-sinopsis selanjutnya.

Arsip Blog

  • ▼  2015 (5)
    • ▼  April (2)
      • Sinopsis Heart to Heart Episode 1 Part 4
      • Sinopsis Heart to Heart Episode 1 Part 3
    • ►  March (3)
  • ►  2014 (351)
    • ►  November (24)
    • ►  October (34)
    • ►  September (36)
    • ►  August (32)
    • ►  July (38)
    • ►  June (28)
    • ►  May (32)
    • ►  April (36)
    • ►  March (41)
    • ►  February (20)
    • ►  January (30)
  • ►  2013 (193)
    • ►  December (32)
    • ►  November (21)
    • ►  October (9)
    • ►  September (15)
    • ►  August (16)
    • ►  July (24)
    • ►  June (18)
    • ►  May (9)
    • ►  April (15)
    • ►  March (12)
    • ►  February (13)
    • ►  January (9)
  • ►  2012 (17)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  January (7)
  • ►  2011 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (11)
    • ►  December (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)

Followers

Copyright 2014 nhieshe
Template By Ridwan Hex And Game Gratis